INILAHKUNINGAN– Masalah pelik sampah di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, terus dalam proses solusi. Merangkul Manajemen Arunika Eatry Kuningan, Rabu (28/10/2026), mereka menggulir Pelatihan Budidaya Magot Desa/Kelurahan se Kecamatan Cigugur, di Kawasan Joglo Arunika Kuningan.

Tampil sebagai Narasumber Camat Cigugur Yono Rohmansah, Manajemen Arunika Heni Hidayati, Kabid Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kuningan, Andi, Ketua Paguyuban Magot Iyus Firdaus, dan Pengelola Budidaya Magot Arunika Ade Iskandar.

Camat Cigugur Yono Rohmansah, sengaja mengumpulkan semua pihak terkait, mulai pemerintahan desa/kelurahan hingga pengiat budidaya maggot, dalam pelatihan budidaya maggot. Tentu atas situasi Kecamatan Cigugur yang terus terjadi penumpukan sampah.

“Kami ikhtiar terus persoalan sampah di Kecamatan Cigugur bisa terselesaikan,” ucap Yono Rohmansah, usai pelatihan, kepada InilahKuningan

Diakui, Kecamatan Cigugur memiliki banyak rumah makan. Apalagi Kecamatan Cigugur telah menjadi kawasan wisata strategis Kuningan. Praktis, volume sampah setiap harinya terus meningkat, dan menjadi persoalan rumit. Apalagi Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Ciiniru dalam status over load, terbakar lagi. “Itu tandanya over load,” ucapnya

Maka, Kecamatan Cigugur ingin berusaha tidak lagi membebani TPA Ciniru. Salah satu solusinya, adalah budidaya magot ini, dengan membangun ekosistem magot. Dimana, mulai pembuangan sampah, termasuk dari Dapur MBG, kedepan bisa dibudidaya magot disetiap desa/kelurahan. Peternak ikan misalnya, juga terlibat dalam pembelian magot. Hasil ikannya, bisa kembali dibeli Dapur MBG, atau rumah makan.

“Arunika dilibatkan serius, karena hanya Arunika yang telah membangun ekosistem sampahnya sendiri. Sampai memiliki Budidaya Magot, yang berjalan baik, optimal. Magot Arunika, pastinya menjadi acuan kita,” katanya

Diakui Yono Rohmansah, ada kendala sulitnya pemasaran budidaya magot. Tapi Ia ditantang Buyer Jepang agar Kuningan bisa memproduksi magot untuk dijual ke Jepang.

“Buyer Jepang sudah siap. Tapi kan tidak bisa per kilo. Buyer Jepang butuh jumlah ton. Kalau kita semua bisa kompak, terutama Kecamatan Cigugur, saya kira pasti bisa. Akhirnya sampah dan magot bisa menjadi nilai ekonomi, mensejahterakan,” ujar Yono Rohmansah

Manajemen Arunika Kuningan, Heni Hidayati SE, MMA, menyatakan kesiapan Arunika untuk menjadi pendamping Budidaya Magot untuk solusi sampah desa/kelurahan se Kecamatan Cigugur. Budidaya Magot Arunika telah berjalan lama, melalui ekosistem limbah Arunika yang dikelola sendiri, tidak lagi tergantung ke Dinas LH.

“Hasil budidaya magot ini, juga telah dimanfaatkan untuk peternakan, tanaman dan lain-lain, yang dikelola sendiri oleh Arunika,” ucapnya./tat azhari