INILAHKUNINGAN- Bukan hanya membalikan ancaman pidana Exs Pengelola Parkir Desa/Kecamatan Cilimus, H Mucharom terkait suarat kuasa pengelolaan parkir 5 unit bak di kawasan Desa Cilimus, Dinas Perhubungan Kuningan, Jawa Barat ini, juga mempertanyakan itikad kurang baik 2 penggugat Parkir Cilimus. Yaitu Nur Hasan dan Heri Sadeli.

“Kita sudah bagi 12 titik parkir Desa Cilimus ke semua yang mendaftar. Termasuk kepada H Mucharom, Nur Hasan dan Heri Sadeli, ada pembagiannya, adil. Jadi tidak berkeadilan gimana,” tanya Kepala Dishub Kuningan, Beni Prihayatno, melalui Kabid Perparkiran, Mh Khadafi Mufti, Selasa (28/05/2024), kepada InilahKuningan

Ia justru balik membongkar itikad tidak baik Nur Hasan dan Heri Sadeli. Menjelang idul fitri, keduanya mengajukan permintaan pemakaian dulu dana setoran parkir kepada dirinya untuk kebutuhan lebaran. Tapi Ia tegas menolak, karena dana parkir harus disetorkan ke kas daerah.

Namun Ia tetap meminjamkan uang pribadi Rp4 juta kepada mereka. “Saya berusaha baik, pakai uang pribadi Rp4 juta. Saya transfer ke rekening Pak Nur Hasan, dan belum dikembalikan. Kalau itikad baik, kembalikan donk,” sindir Khadafi

Bukan hanya itu, Khadafi menuding mereka telah mencatut nama Pengelola Parkir Berkontrak resmi Dishub Kuningan, Didin Wahyudin. Disurat mereka ke DPRD Kuningan, ada nama Didin Wahyudin, yang ternyata setelah Ia konfirmasi tidak tahu soal itu.

:Yang dicatut 2 orang. Ibu Syarah dan Pak Didin Wahyudin, pemegang kontrak Parkir Jalan H Bakri Desa Cilimus,” sebut dia

Kemudian perlu diketahui, atas permintaan Nur Hasan, Ia juga telah membantu baik merekomendasi anak Nur Hasan menjadi Juru Parkir di Jalan H Bakri. Bahkan menjadi koordinator juru parkir disana. Tunjangan Hari raya (THR) juga dikasih.

Terpisah, Pemilik Kontrak Parkir Jalan H Bakri Desa Cilimus, Didin Wahyudin membenarkan, bahwa Ia merasa namanya dicatut dalam surat pemohon para penggugat kebijakan Parkir Dishub Kuningan di Desa Cilimus ke DPRD Kuningan. Ia berterus terang, tidak tahu menahu soal itu. Juga tidak pernah tanda tangan apapun, terkait gugatan parkir. Apalagi statusnya, Ia sebagai pemegang kontrak parkir Jalan H Bakri.

“Tidak ada konfirmasi ke saya soal itu. Selain ke saya, juga silahkan bisa konfirm juga ke Pak Eek Mulyadi dan Ibu Syarah Nursyah yang ada dalam surat ke DPRD, tidak ada konfirmasi ke mereka juga,” aku Didin

Ia tahu ada ketidakpuasan dalam penetapan pemenang kontrak Parkir Jalan H Bakri. Tapi yang lebih dipertimbangkan oleh dishub, adalah kearifan lokal. Jalan H Bakri itu, ada di lingkungan rumahnya, juga banyak tinggal anggota keluarganya sendiri di wilayah itu. Adapun pendaftar lain, berada di luar lingkungan.

“Maka, wajar dishub lebih mempertimbangkan kearifan lokal. Apalagi atas persetujuan RT, RW, pemdes, kecamatan dan lain-lain. Termasuk masyarakat di lokasi,” ujar Didin./tat azhari