Dimotori Ketua IDI, 3 Personel Medis Kuningan Terjun Ke RS Darurat Aceh
INILAHKUNINGAN– Tidak bisa berdiam diri melihat masih banyak warga korban bencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan uluran tangan, Kabupaten Kuningan memberangkatkan 3 personel bantuan medis.
Ketiga personel tersebut, Ialah Dokter Spesialis Bedah, yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kuningan Dr dr Asep Hermana, SpB, FINACS, MM, Br Agus Kuat Santoso Amd.Kep dari Kamar Bedah RSUD 45 Kuningan dan Apoteker RSUD Linggajati Apt. Zaenudin, S.Farm.
“InsyaAllah, kita bertiga fix berangkat malam ini ke Bandara Soekarno Hatta. Penerbangan jam 08.35. Mudah-mudahan jam 11.55 kita sampai di Banda Aceh,” ucap Koordinator Tim Medis Kuningan, Dr dr Asep Hermana, SpB, FINACS, MM, Senin (5/1/2025), kepada InilahKuningan
Tiba di Aceh, tim akan kembali prepare membelanjakan beberapa keperluan yang mungkin tidak bisa belanja di Kuningan atau di Bandung. Seperti halnya kelengkapan susu buat anak-anak.
Misi dari Tim Medis Kabupaten Kuningan ini, tentu untuk membersamai sahabat-sahabat yang terkena musibah di Aceh. Terutama bergabung terjun di rumah sakit darurat, khususnya di kamar operasi, karena kebetulan Ia berprofesi sebagai dokter bedah.
“Kebetulan kita juga membawa berbagai macam obat-obatan untuk operasi. Ada obat bius, antibiotik, obat-obatan anti nyeri, perawatan luka. Insya Allah, semua obat-obatan generik, plus obat-obat khusus. Yaitu obat-obat paten karena di sana juga ada beberapa kasus infeksi yang mungkin tidak bisa ditangani obat-obat standar,” papar Dr dr Asep
Menurut dia, aksi peduli Tim Medis Kuningan ini tidak sendiri. Tim dibersamai oleh Daarut Tauhid Peduli atau DT Peduli, hasil kolaborasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kemudian ada Rumah Sakit Linggarjati dan RSUD 45 Kuningan
“Mereka itulah, yang fasilitasi kita berangkat. Alhamdulillah, kita juga didukung sepenuhnya oleh para direktur baik itu RSUD 45 dan RSUD Linggajati,” imbuh dia
Di Banda Aceh, tim berencana mengerjakan 2 kegiatan utama. Pertama pengobatan berupa tindakan-tindakan operasi. Kedua ada surveilan mobile link untuk pemetaan beberapa titik yang mungkin akan dikunjungi bila ada program lanjutan.
“insya Allah kita akan di sana (Aceh,red) sekitar 14 hari,” sebut Dr dr Asep./tat azhari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.