INILAHKUNINGAN- Meski 48 Desa Blankspot Sinyal Seluler di Kabupaten Kuningan, sukses diatasi, tetapi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kuningan masih menghadapi masalah sinyal seluler lemah di 15 desa. Hal itu diakui Kepala Bidang Infrastruktur TIK Heri Juheri.

Menurut Heri, setelah mengatasi desa blankspot sinyal seluler, Ia kini mulai mengalihkan fokus pada peningkatan kualitas jaringan di sejumlah wilayah yang masih mengalami keterbatasan sinyal.

“Saat ini masih terdapat sekitar 15 desa dengan kategori sinyal lemah. Dimana jaringan sudah tersedia namun belum stabil. Ini menjadi fokus kami berikutnya karena sangat berpengaruh terhadap pelayanan publik, pendidikan, dan aktivitas masyarakat,” ujar Heri Juheri, Kamis (9/4/2026), kepada InilahKuningan

Dengan kondisi geografis Kabupaten Kuningan yang berbukit, upaya penguatan jaringan membutuhkan strategi dan kolaborasi berkelanjutan dengan penyedia layanan. Oleh karena itu, Diskominfo terus membuka ruang kerja sama untuk menjangkau wilayah-wilayah tersebut.

Di sisi lain, kehadiran jaringan juga mulai diarahkan untuk mendorong transformasi digital di tingkat desa. Dalam kegiatan monitoring tersebut, turut hadir divisi jaringan dan marketing dari Telkomsel yang meninjau potensi pengembangan program berbasis desa digital.

Melalui program Telkomsel Digital Village, masyarakat desa didorong untuk meningkatkan kapasitas digital sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam distribusi produk dan layanan telekomunikasi.

“Kami berharap kehadiran jaringan ini tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kapasitas digital masyarakat desa,” pungkas Heri.

Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis, dengan tuntasnya blankspot dan berlanjut pada penguatan kualitas jaringan, konektivitas digital akan semakin merata dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam mewujudkan Kuningan Merdeka Blankspot Sinyal Seluler, sebagai fondasi penting menuju transformasi digital yang inklusif hingga ke pelosok desa,/tat

Idul Fitri 1447 H