INILAHKUNINGAN- Meski hanya sekitar 20 massa unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kuningan, Selasa (25/6/2024), aksi massa cukup mencolok.

Selain diwarnai debus, bakar ban, aksi mereka cukup membuat arus lalu lintas jalan raya melambat.

Sejak tiba pukul 09.30, massa menuntut Pj Bupati Kuningan HR Iip Hidayat dan Sekda Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar dihadirkan di lokasi, untuk berdiskusi tata kelola keuangan daerah dan relokasi PKL Puspa Siliwangi dan Langlangbuana, termasuk Penataan Pertokoan Siliwangi dan naik pesatnya Anggaran Setda 2024 hingga 81 miliar.

Tapi massa harus kecewa, karena pj bupati tengah beracara di kantor BJB, dan sekda di Ciawigebang. Meski ada Asda II Setda, Asda I Setda dan Kasatpol PP mewakili, massa memilih menolak mereka.

Bahkan, massa melalui Oratornya Yusuf Dandi Asih dan Iwan Mabruri, mendadak menuntut Iip Hidayat mundur dari jabatan sebagai Pj Bupati Kuningan.

Menariknya, sebagai bentuk keseriusan tuntutan, Ketua LSM Frontal Uha Juhana menyerahkan Tiket Bus Bhineka Rp150 ribu untuk menghantar HR Iip Hidayat pulang ke rumahnya di Bandung. Tiket diterima Asda II Setda Deden Kurniawan.

Massa pun memilih membubarkan diri, lalu melanjutkan unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Kuningan.

“Pak pj bupati lagi acara di BJB, pak sekda di Ciawigebang. Tadi saya bersama pak Asda 1 dan pak Kasatpol PP mau mewakili, tapi mereka (massa,red) tidak mau,” ujar Asda II Setda Deden Kurniawan, saat dikonfirmasi InilahKuningan./tat azhari