INILAHKUNINGAN- Perkembangan Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Kuningan, atau Bank Kuningan sangat menggembirakan. Terbukti, jumlah aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Kuningan tersebut, setiap tahun terus meningkat. Terakhir, hingga 31 Desember 2022, aset Bank Kuningan mampu tembus diangka Rp266 miliar.

“Perkembangan Perumda BPR Kuningan, sangat menggembirakan. Sampai 31 Desember 2022, total aset kami sebesar Rp266 milyar,” sebut Direktur Bank Kuningan, H Dodo Warda, Sabtu (28/1/2023), kepada InilahKuningan

Dari total aset tersebut, diakui Dodo, ada dana pihak ketiga Rp139 milya. Terdiri dari tabungan sebesar Rp92 milyar dan deposito sebesar Rp47 nilyar dengan jumlah penyimpan sebanyak 43.831 nasabah.

“Pada akhirnya Perumda BPR Kuningan sebagai salah satu BUMD di Kabupaten Kuningan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan sekaligus membantu upaya pemerintah daerah, untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat,” harapnya,” ungkap Dodo

Sekda Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar memberikan apresiasi atas perkembangan Perumda BPR Kuningan yang sangat menggembirakan. Dimana hingga Desember 2022 aset semakin bertambah, jumlah penyimpan semakin banyak. “Ini harus dipertahankan, dan berupaya semakin meningkat, tentu dengan mengedepankan pelayanan yang optimal kepada para nasabah dan calon nasabah,” pesan sekda

Ia berharap, pengelolaan Perumda BPR Kuningan mampu terus mendorong peningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah, memperluas akses keuangan kepada masyarakat, mendorong pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah yang efektif, efisien, dan berdayaguna serta mengembangkan Perumda BPR Kuningan dengan prinsif tata kelola perusahaan yang baik.

“Perumda BPR Kuningan agar dicintai masyarakat Kabupaten Kuningan. Bank Kuningan harus hadir membantu menyelesaikan permasalahan keuangan masyarakat. Mari Kita Wujudkan Bank Kuningan menjadi Bank nya Urang Kuningan,” ajaknya.

Sekda Dian juga mengaku, untuk mendorong Inklusi Keuangan Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorongnya dengan program, dintaranya melalui gerakan pembukaan rekening bagi pelajar, gerakan menabung, dan peningkatan literasi keuangan. “Menabung sejak dini harus menjadi budaya karena dapat membentuk karakter anak seperti, mengajarkan untuk hidup hemat, bertanggung jawab, disiplin, dan belajar menghargai uang,” katanya./tat azhari