Windusengkahan Kuningan Dikepung Banjir, 21 Rumah Jadi Korban, Drainase Kota Buruk?

oleh -

INILAHKUNINGAN- Luapan air drainase kota, mengakibatkan warga Kelurahan Windusengkahan, Kabupaten Kuningan menderita. Bagian wilayah perkotaan tersebut, semalam (24/11/2022), pun harus dikepung banjir.

Bencana terjadi pukul 19.00, ketika hujan intensitas tinggi mengguyur sejak pukul 18.00. Dampaknya, bukan hanya akses jalan kabupaten, tepat Jl Cut Nyak Dhien hampir semua jalan lingkungan terendam.



Parahnya, sebanyak 21 rumah warga diseruduk praktis gelombang air, hingga terendam setinggi 20 cm. Peralatan elektronik rusak. Begitu perabotan rumah tangga.

21 rumah itu milik Nasihin (54), Nining (40), Ona Rosnawati (50), Usman Nur Saleh (62), Uus Usdiana (34), Iyan Sopiana (31), H Jusa (68), Panji Melki (42), Hj Diah (45), Saep (52), Jojo (53), Boyong Mistara (41), Zaenal Arifin (41), Mioh (50), Aan (40), Sumitra (35), Usman (44), Hj Uyu (62), Husen (42), Siti Elis (52), M Yosep (24) dab Masnun (54), Zaenal Muttaqin (51), Taya (55), Sudrajat (58), Fajar (30). h,1 KK3jiwa)

Tak kalah parah, pagar rumah Usman dan Hj Diah roboh. Begitu pagar samping rumah Hj Uyu harus menimpa dinding kamar belakang. Akibatnya, dinding mengalami retak-retak. Lantai keramik juga rusak terendam.

“Betul selain jalan kabupaten, jalan lingkungan, pagar rumah roboh, 21 rumah ikut terendam. Otomatis perabot rumah tangga dan elektronik ikut terendam, rusak,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Indra Bayu Permana, diamini Tim Assesment-nya, di lokasi.

Banjir terjadi akibat drainase meluap. Banjir merata hampir 1 jam. Meski masih banyak genangan air di beberapa titik, petugasnya bersama masyarakat melakukan pembersihan air dan material terbawa banjir yang masuk ke pemukiman, termasuk material sampah.

“Daruratnya saat ini, harus ada penataan lingkungan dan drainase,” kata Indra./tat azhari

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan