Ugin Lugina, Kandidat Doktor PAI Pertama Di Kuningan

oleh -
Photo: Ugin Lugina

INILAHKUNINGAN- Ugin Lugina, mengikuti Sidang Terbuka kandidat Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI), di Kampus Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Senin (28/06/2021).

Pengawas SMA /Pengawas PAI pada KCD X Cirebon dan Kemenag Kuningan, yang juga Dosen Materi PAI dan Manajeman Pemberdayaan Masjid di Kampus Unisa dan STIKKu ini, pun menjadi kandidat Doktor PAI pertama di Kabupaten Kuningan.






Disertasi Ugin Lugina berjudul “Pengembangan Pendidikan Agama Islam Berbasis Sekolah Ramah Anak dalam Mewujudkan Siswa Berakhlak Mulia di SMAN 3 Kuningan, siap diuji oleh 5 profesor dan 2 doktor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, UIN Bandung dan IAIN Tulungagung. Ialah Prof Dr H Dedi Djubaedi, MAg, Prof Dr H Adang Djumhur S, MAg, Prof Dra Hj Nina Nurmila, MA, PhD, Prof Dr H Khaerul Wahidin, MAg,  Prof Dr H Syamsun Ni’am, MAg, Dr H Sumanta, MAg, dan Dr H Ahmad Asmuni, MA.

Menurut Ugin Lugina, ada beberapa hal melatarbelakangi perlunya pengembangan pembelajaran PAI yang harus bersanding dengan potensi atau program di lingkungan sekolah. Pasal, ada problematika klasik pembelajaran PAI dan lainnya. Antara lain, terdapat penyempitan atau simplifikasi makna pendidikan menjadi pengajaran.

BACA JUGA :  Terlibat “Sapi Bodong”, Oknum Anggota DPRD Kuningan Diperiksa

Kemudian pengajaran dipersempit menjadia pertemuan di kelas. Pertemuan di kelas dipersempit lagi menjadi ujian nasional, atau ujian sekolah. Jadi pembelajaran lebih dominan dengan asfek transfer pengetahuan, yang berakhir penetapan nilai kognitif. Atau kemampuan aspek ilmu pengetahuan. Sementara target pencapaian sikap dan keterampilan yang bermuara pada akhlak, umumnya banyak tidak tercapai.

Selain itu, ada problematika tidak berlanjutnya intrakurikuler (pembelajaran di kelas) pada ekstra kurikuler yang optimal. Begitu pula terputusnya pembelajaran teori menuju praktek, termasuk implementasi pembelajaran standar proses banyak yang putus dengan pengembangan pembelajaran pada lingkungan luar kelas sebagai pengembangan pendekatan saintifik, atau pembelajaran ilmiah yang bersinergis dengan lingkungan nyata / alam.

Probelamtika terakhir, umumnya pembelajaran termasuk PAI tidak cukup waktu dalam mengatasi berbagai penyimpangan perilaku siswa, baik terkait sopan santun, kurang optimalnya amaliah dan praktek ibadah, juga aneka gangguan teknologi dan budaya yang dinamis seiring perkembangan globalisasi.

Proses penelitiannya sendiri, adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini, memotret pengembangan pembelajaran PAI di SMAN 3 Kuningan. Sejalan rutinitas program serta kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi di SMAN 3 Kuningan, peneliti  menelusuri terdapat beberapa potensi program penataan sekolah. Dimana, kesemuanya berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan.

BACA JUGA :  Nyaris Bentrok, Keributan 2 Geng Motor Kuningan Di “Dor” Polisi

Akan tetapi sejauhmana irisan, persinggungan saling pengaruh yang berkembang, ketika melalui beberapa pengelolaan program penataan lingkungan, SMAN 3 Kuningan meraih prestasi, seperti “Sekolah Adwiyata”, “Sekolah Sehat”, “Sekolah “Rujukan”, dan “Sekolah Ramah Anak (SRA)”.

Hubungan dengan itu, penelitian yang menyandingkan pengembangan PAI dengan Sekolah Ramah Anak, bagaimana selanjutnya tentang perwujudkan akhlak siswa, baik atas program SRA (Sekolah Ramah Anak) yang memiliki program bertujuan; 1. Melindungi, memenuhi, dan menjamin hak-hak anak, 2. Mengembangkan kemampuan, minat, dan bakat, 3. Mempersiapkan anak agar bertanggung jawab terhadap kehidupan, 4. Mengajarkan anak sikap saling menghormati, dan 5. Melatih anak untuk bekerja sama dengan orang lain (KemenPPPA), maupun atas tujuan akhir pembelajaran PAI adalah akhlak.

“Saya mohon do’a dari semua, semoga dengan finishing pendidikan saya di pascasarjana / S3 ini, selanjutnya melalui tugas dan ibadah keseharian saya, baik secara profesi dalam tugas pengawas SMA/pengawas PAI SMA, serta kiprah akademik di UNISA/STIKKu, serta dalam amanah sebagai ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) di masyarakat untuk memakmuran masjid, senantiasa semakin menambah energi ghirah ibadah/perjuangan untuk sama-sama menjadi ahli ibadah dan ahli manfaat untuk umat dan bangsa, dalam ridho Allah SWT,” ungkap Ugin Lugina, kepada InilahKuningan

BACA JUGA :  Fraksi PDIP Minta Vonis Nuzul “Ringan”

Akhir presentasi karya tulis disertasi, Ugin akan dikukuhkan sebagai Doktor PAI angkatan pertama di IAIN SN Cirebon oleh Rektor dan Direktur Pascasarjana IAIN SN Cirebon. Undangan saksi dibatasi dengan keharusan mentaati prokes. Antara lain dihadiri unsur keluarga, tetangga, Bupati/Wakil Bupati Kuningan, Sekda Kuningan, Kepala KCD X Cirebon, Kepala Kemenag Kuningan, para Ketua Ormas Islam, Rektor/Ketua dari 5 Perguruan Tinggi seperti Rektor UNISA, Rektor UNIKU, Rektor BBC, Ketua STIKKu, dan Ketua STKIP Muhammadiyah, serta tim penggembira perwakilan DKM dan DMI Kabupaten Kuningan./tat azhari

 

 






















BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *