Turun! Agustus 2021, Hanya 28 Warga Meninggal Akibat Covid 19

oleh -
Photo: Indra Bayu Permana

INILAHKUNINGAN- Angka kematian akibat Covid 19, menurun. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, mencatat Agustus 2021 ini hanya ada 28 warga meninggal akibat virus asal Wuhan, China itu.

“Di periode 6 Agustus 2021, selama 6 hari ada penurunan kematian cukup signifikan. Dimana 6 hari terakhir Juli 2021, angka meninggal akibat Covid 19 mencapai 75 orang. Sekarang 6 Agustus 28 orang. Alhamdulillah, meski tetap selalu menjadi perhatian serius kita,” ungkap Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, Sabtu (07/08/2021) kepada InilahKuningan

Secara total selama 6 hari Juli 2021 itu, angka kasus Covid 19 Kuningan tembus 1.300 lebih. Jumlah itupun menurun drastis pada 6 Agustus 2021 yang baru mencapi 208 orang. Angka kesembuhan juga stabil diatas 91,2%.

“Tapi dari data positif ini, pemerintah pusat ternyata memasukan Kuningan ke zona level 4. Cukup membingungkan,” ujar Indra Bayu

Ia mencoba berkomunikasi dengan pusat, terutama Satgas Covid 19 Nasional, juga kemendagri. Bukan untuk mencari siapa salah, tapi hanya ingin tahu indikator pusat apa saja terkait penetapan zona leval PPKM di kabupaten/kota.

Kalau Ia tahu, tentu Kuningan bisa jelas mengejar, mengoptimakan kekurangan. Menilai sesuatu, itu harus jelas. Dibandingkan Kabupaten Tasikmalaya yang masuk level 2, ternyata dari 5 indikator, Kuningan ini 4 indikatornya lebih baik. Sangat jauh.

“Level 2 itu, objek wisata sudah bisa dibuka. Sekolah juga dibuka dengan pembatasan. Ketika 2 sektor itu berjalan, yang lain mengikuti meski tetap prokes ketat,” tandasnya

Kebingungan penetapan zona leval PPKM pusat ini, ternyata juga membingungkan kabupaten/kota lain. Apalagi di Jabar, hanya ada 1 kabupaten level 2. Sisanya berbagi. Setengah level 3, setengah level 4.

Meski begitu, Kuningan berada di level 4, Bupati Kuningan H Acep Purnama telah mencoba memberikan kelonggaran-kelonggaran. Sebab secara teknis kasus Covid 19 Kuningan melandai. Seperti pada PPKM leval 4, sebenarnya restoran belum bisa buka, tapi di surat edaran bupati sudah membolehkan dengan pembatasan waktu.

Bupati juga, lanjut Indra Bayu, telah berkoordinasi dengan aparat agar pekan ini mengurangi operasinya. Bukan berarti membolehkan segala sesuatunya. Setidaknya memberikan ruang aktivitas masyarakat./tat azhari

 

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *