Tudingan Bos SangkanPark Kuningan Disoal, Fery: Saya Tunggu Itikad Baiknya!

oleh -
Caption: Owner Woodland Kuningan Fery Wurangian jumpa pers meminta Bos Sangkan Park Kuningan punya itikad baik soal tudingannya terkait acara Colour Run

INILAHKUNINGAN- Cuitan Akun Instagram Hanyen Trenggono, yang diketahui sebagai Bos Objek Wisata Sangkanpark & Resort Kuningan, yang menuding acara besar Kuningan Fantastic Colour Run Objek Wisata Woodland kerjabareng Media Online Bingkai Warta pada 18 Juni 2022, adalah copy paste atau plagiat dan telah merusak esensi, berujung masalah.

Owner Woodland Fery Wurangian, yang juga Wakil Ketua Bidang Promosi Paguyuban Pengelola Destinasi Wisata Kuningan (PP Dewiku), tidak terima tudingan Bos Sangkan Park tersebut.




“Tudingan itu (Bos Sangkanpark,red), tidak benar. Telah menyudutkan kami. Boleh adu fakta, adu data. Apalagi jejak digital, tidak akan bisa dibohongi,” tantang Ferry Wurangian, disela jumpa pers, Minggu (26/06/2022) di Objek Wisata Zam-Zam Pool Kuningan

Ditegaskan, bahwa penyelengara acara coluor run pertama di Kuningan adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada akhir Desember 2015. Kemudian pada launching Media Online Bingkai Warta pada September 2016, pihaknya juga menggelar colour run di Pandapa Paramarta Kuningan. Bahkan, dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama, dan dimeriahkan grup band kelas nasional, Seventeen.

“Colour run kami tahun 2016, ada jejak digitalnya. Ada di seluruh media social milik kami. Bukti kongkret itu. Ada hari, tanggal, bulan dan tahun jelas, tepatnya September 2015. Sekarang pertanyaannya, duluan mana tahun 2016 dengan 2018?,” tanya Fery, nada sewot

Ia samasekali tidak terima tudingan telah copy paste, apalagi dicap sebagai orang yang tidak punya ide, bahkan merusak esensi dari prosesi color run oleh Bos Sangkanpark Kuningan. Sudah jelas kami dulu pelaksana colour run dibanding Sangkanpark, sedangkan penuding 2 tahun berselang baru melaksanakan. Terus, esensi apa juga yang dirusak.

“Apa sih maksud dari merusak nama dari event tersebut. Apa karena kami memakai kata color run. Sedang mereka (penuding,red) namanya Spirit Splashing Run (SSR). Tidak ada yang salah kan disini. Hanya beda pemakaian istilah saja. Kalaupun iya kita salah menggunakan istilah, ada tidak hak paten dalam penyelenggaraan acara seperti ini, atau pemakaian istilah ini?,” tandas Ferry, nada heran.

Agar persoalan tersebut tidak berlarut, meskipun merasa nama baiknya telah dirugikan, Ferry masih menunggu itikad baik dari pihak penuduh untuk melakukan klarifikasi, terutama di media sosial agar semua tahu, bahwa tudingan itu tidak benar.

“Kami sudah mendelegasikan orang untuk menemui penuding itu, tapi dia tidak mau menemui saya. Malah menganjurkan saya untuk menemui pengacaranya. Saya kira ini terlalu berlebihan, pakai pengacara segala. Saya kira hal seperti ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Ferry.

Hingga berita diturunkan, belum ada klarifikasi dari Bos Sangkan Park & Resort Kuningan, Hanyen. Saat dihubungi via whasapp, belum ada respon./tat azhari  

Berikut Isi postingan Insta Story atasnama Hanyen Trenggono yang diketahui sebagai Bos Sangkan Park dan Resort Kuningan:  

“Walaupun secara kualitas acara beda jauh, tp justru merusak nama cari event tersebut. …. Sebagai pelopor pertama SSR 1 di tahun 2018, SSR 2 di tahun 2019, 2020-2021 vakum karena covid. Dan semoga akan kembali diadakan di 2022 bulan Oktober. Tapi melihat ada yang Copy Paste membuat otak saya dan tim berfikir lebih keras “we have to create an event like no other, special and original”

Cuma Mau Kasih Info : Kalau buat event please jangan Copy terus Paste, ide sedikit gitu

BERITA LAINNYA

Leave a Reply