Top BUMN! Mekaar PNM Cabang Cirebon Angkat Usaha Ultra Mikro Kaum Perempuan Naik Kelas
CIREBON – Penguatan usaha ultra mikro kaum perempuan, menjadi perhatian khusus Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon. PNM sebagai BUMN lembaga pembiayaan non-bank (LPNB), memiliki produk unggulan Layanan Unit Mekaar, (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), menunjukan pertumbuhan signifikan setiap tahunnya.
Mekaar semakin berkembang karena menghadirkan skema pembiayaan tanpa agunan, menjadi instrumen strategis, negara hadir dalam mendorong pelaku usaha paling bawah, yang belum ‘bankable’, agar naik kelas dan berkelanjutan. Tak hanya pinjaman modal usaha, PNM menghadirkan konsep pendampingan, pemberdayaan berkelanjutan, supaya usaha nasabah terus berkembang, dari produksi sampai pemasaran.
Pimpinan PNM Cabang Cirebon, Erwin Syafriadi, mengatakan Mekaar dirancang khusus untuk menjangkau perempuan pelaku usaha ultra mikro, termasuk ibu rumah tangga, yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembiayaan perbankan. Cabang ini melayani Kabupaten dan Kota Cirebon, serta Kabupaten Kuningan.
“Usaha Ultra mikro ini berada di lapisan paling bawah. Mereka belum bisa mengakses bank, sehingga negara hadir melalui PNM dengan skema pembiayaan yang mudah, tanpa jaminan, dan disertai pendampingan,” ujar Erwin saat diwawancarai di Cirebon, Selasa (20/01).
Catatan menarik pepanjang 2025, PNM Cabang Cirebon mencatatkan kinerja intermediasi yang solid. Total penyaluran pembiayaan mencapai sekitar Rp1 triliun, seluruhnya disalurkan ke segmen ultra mikro, dengan jumlah nasabah mencapai kurang lebih 282 ribu orang.
Sementara itu, outstanding pembiayaan hingga akhir 2025 berada di kisaran Rp760 miliar, mencerminkan stabilitas portofolio dan keberlanjutan pembiayaan di tingkat akar rumput.
“Capaian ini menunjukkan pembiayaan ultra mikro, khususnya yang digerakkan kaum perempuan, memiliki daya tahan dan prospek yang baik,” kata Erwin.
Dari sisi sektor usaha, PNM Cabang Cirebon, didominasi sektor perdagangan ultra mikro, seperti penjual kebutuhan sehari-hari, sarapan, gorengan, hingga jajanan anak. Selain itu, sektor home industry terutama usaha olahan makanan, seperti aneka cemilan buatan ibu-ibu juga menjadi kontributor penting.
Ke depan, PNM tidak hanya berfokus pada pembiayaan modal kerja, tetapi juga pada penguatan rantai nilai usaha. Melalui anak usaha Mitra Dagang Madani, PNM membantu nasabah dari sisi pemasaran, kemasan, hingga perizinan, agar produk memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.
“Home industry kaum ibu sering terkendala pemasaran. Ini yang kami bantu, supaya usaha mereka benar-benar bisa naik kelas,” ujarnya.
Selain fungsi pembiayaan, PNM Cabang Cirebon juga menjalankan agenda Environmental, Social, and Governance (ESG). Sepanjang 2025, PNM membuka dua Ruang Pintar untuk anak usia pra-sekolah, menanam 200 pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, serta 15 ribu pohon mangrove di wilayah pesisir. Tak hanya menanam, pohon pohon ini dirawat hingga dipastikan tumbuh mandiri, melalui kolaborasi dengan pihak terkait termasuk mendukung program pemrintah.
Kemudian sukses menggelar program pemberdayaan kepada nasabah terpilih, untuk memiliki usaha sampingan, bahkan bisa dilakukan di pekarangan rumah. Diantaranya ternak lele dalam ember, termasuk menanam sayuran diatasnya, Pekarangan Bergizi, hingga Budidaya Magot. PNM memberikan modal awal gratis, berupa peralatan dan bibit.
Memasuki 2026, program tersebut akan dilanjutkan melalui Ruang Pintar ABC, yang menyasar anak-anak putus sekolah atau yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal. Untuk tahap awal, satu Ruang Pintar ABC akan dibangun di wilayah Cirebon, pilot project untuk diterapkan di daerah lainnya.
Di bidang lingkungan, PNM menargetkan penanaman hampir 5.000 pohon produktif sepanjang 2026, seperti durian dan rambutan. Fokus penanaman diarahkan ke Kabupaten Kuningan, di dua titik lokasi, mengingat keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Bicara target Perusahaan di 2026, PNM Cabang Cirebon tetap optimistis menatap pertumbuhan. Meski target resmi dari manajemen pusat belum dirilis, secara internal cabang menargetkan pertumbuhan pembiayaan di atas 5 persen dibandingkan capaian 2025, baik untuk produk Mekaar maupun ULaMM.
Dengan basis 282 ribu nasabah, PNM memperkirakan penambahan sekitar 14 ribu nasabah baru sepanjang 2026. Angka tersebut dinilai realistis seiring tren kinerja yang terus positif.
“Kami optimistis. SDM kami solid, trennya baik, dan semangat tim sangat tinggi,” tegas Erwin.
PNM Cabang Cirebon meniliki tugas ekpansi, hingga pekerjaan rumah memperkuat sosialisasi terstruktur dengan melibatkan pemerintah desa, kecamatan, dan kelurahan. Kehadiran PNM sebagai Badan Usaha Milik Negara harus dikenal oleh pemerintah setempat.
Pada 2026, seluruh kepala unit Mekaar diwajibkan berkoordinasi aktif dengan aparat desa agar pemahaman mengenai peran PNM semakin merata. Karena saat ini, PNM Cirebon telah mengelola 76 unit Mekaar, tersebar di tiga kabupaten dan kota.
“Jika pemerintah setempat sudah mengenal dan memahami keberadaan PNM Mekaar, sosialisasi ke masyarakat akan jauh lebih efektif. Ini kunci agar pembiayaan ultra mikro, khususnya bagi kaum perempuan, terus tumbuh dan berkelanjutan,” tutupnya. (Bubud Sihabudin)



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.