INILAHKUNINGAN- Kesibukan tidak membuat Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Dr H Toto Toharudin, lupa belajar. Meski sudah menyandang Strata (S2) Master Pendidikan, hingga gelar doktor (S3), pejabat asal Desa Sadamantra ini diam-diam kembali menempuh S2 Prodi Hukum, Sekolah Pascasarjana, Universitas Wiralodra, Kabupaten Indramayu.

Fakta itu, terlihat dari hasil Sidang Tesis S2 Toto Toharudin dengan judul “Konsistensi Asas Legalitas Terhadap Implementasi Keadilan Restoratif serta Relevansinya dengan Asas Equality Before The Law dan Asas Presemption Of Innocence Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia”. Ia sidang bersama Ketua DPRD Indramayu, H Syaefudin, MH.

Tampil sebagai Penguji Dr H Dudung Indra A MH, Dr R Siti Sumartini MH dan Dr Hamja MH. Atas penguasaan materi, Toto Toharudin diganjar nilai luar biasa, dan berhak menyandang gelar akademis Magister Hukum (MH).

Saat dikonfirmasi, Kadisporapar Kuningan Dr H Toto Toharudin MPd, MH, tidak memungkiri hal itu. “Alhamdulillah, saya mencoba untuk lintas skeilmuan. Setelah di S1 saya mendalami ilmu keagamaan, S2 mendalami pendidikan kurikulum, dan S3 belajar administrasi publik, saat ini sudah seelsai sidang tesis S2 bidang hukum,” terang Dr H Toto Toharudin, Minggu (11/6/2023), kepada InilahKuningan  

Ia ternyata merasa masih butuh referensi keilmuan. Khususnya ingin memberikan pembelajaran ke anak-anaknya secara khusus, bahwa belajar tidak boleh kenal berhenti meskipun sudah dijenjang paling tinggi.

Kemudian Ia punya teman-teman guru di lingkungan PUI (Persatuan Umat Islam), ada ratusan guru PUI, dimana Ia ingin memberikan edukasi ke mereka, melanjutkan pendidikan adalah investasi. Jadi tidak harus berhenti. “Alhamdulillah, setelah 2 tahun berjalan, saya mencoba melihat ilmu yang saya dapatkan saat ini (S2 Hukum,red). Semoga bermanfaat,” harap Toto

Di kelimuan baru ini, Ia banyak belajar tentang restoratif justice. Bagaimana dalam proses kehidupan, tidak melulu mutlak harus diselesaikan secara formal. Tapi ada jalan-jalan tabayun, jalan musyawarah. Yang kalau dalam bahasa hukum ada restoratif justice atau keadilan restorasi.

“Alhamdulillah dalam sidang, saya bisa mempertahankan. Hasilnya, tentu akan menjadi tanggungjawab saya kedepan untuk terus menggali, mengamalkan ilmu yang saya dapatkan,” katanya

Menurut Toto, belajar sepanjang hayat harus dimulai dari diri sendiri. Jangan hanya menyuruh kepada orang. “Saya punya naluri sebagai seorang guru, ingin memastikan ketika sudah mempelajari latarbelakang keilmuan yang kita sudah merasa hebat, tapi ketika belajar cabang keilmuan lain, sebenarnya kita tidak ada apa-apanya,” tandas Toto./tat azhari