Terungkap! Pabrik Kohe PDAU Mandeg, 5 Karyawan Titipan Direktur Mundur

oleh -
Caption: Tidak ada Dirut PDAU, karyawan PDAU pun diajak keluar untuk mendengarkan aspirasi massa

INILAHKUNINGAN- Massa unjuk rasa direktur PDAU, Nana Sutisna, Senin (27/09), kecele, karena sasaran tidak berada di kantor PDAU Kuningan. Meski begitu, aksi tetap lanjut. Tidak ada direktur, jajaran pejabat dan karyawan PDAU termasuk dewan pengawas, pun menjadi pelampiasan.

Mereka yang tengah berada di dalam kantor, diminta untuk keluar menghadapi massa. Sebanyak 8 karyawan, pun keluar lalu berjejer seolah hendak disidang. Satu pertanyaan menohok, Korlap Atang, menanyai karyawan asal luar Kuningan. Terutama dari keluarga direktur. Ketua Formaku inipun, meminta satu per satu karyawan mengenalkan diri.


Hasilnya, semua asal Kuningan. Hanya disayangkan oleh massa, tidak ada karyawan pituin Kelurahan Cirendang. Orator lain, pun menanyai apakah dari keseluruhan jumlah karyawan ada asal dari Kuningan.

BACA JUGA :  DPRD Batal Disegel, Zul Rachdi Di “Deadline” Mundur 22 Oktober

“Ada 5 orang (luar Kuningan,red). Tapi sejak Agustus 2021, sudah tidak masuk kerja lagi. Mungkin keluar kerja,” ucap Dewan Pengawas PDAU Darma Putra Kuningan, Agus Mauludin

Satu per satu, orator yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Kuningan, atau Germasku, membeberkan uneg-unegnya terhadap direktur PDAU. Mulai Korlap Germasku Nabil Kobe, Tokoh Peternakan Yayan Iba, Ketua Pospera Agus Febian Ebreg, Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia (PPHI), Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), dan Kompak Bersatu.

BACA JUGA :  Husnul Tuntut Permintaan Maaf Harus 5 Hari di Media Lokal-Nasional

Banyak fakta terungkap. Selain sudah keluarnya karyawan asal luar Kuningan bawaan direktur, juga rintisan pabrik kotoran hewan atau kohe ternyata mandeg, alias terhenti. Perhatian PDAU terhadap masyarakat Cirendang, juga lemah. Beberapa kali mengajukan bantuan mesjid, tidak ada respon. Begitu saat mengajukan proposal giat anak-anak, tidak kunjung dibantu./tat azhari

BERITA LAINNYA

Leave a Reply