Sungai Cijolang Desa Tangkolo Kuningan Makan Korban, Keluarga Histeris!
INILAHKUNINGAN– Sungai Cijolang, Desa Tangkolo, Subang, Kabupaten Kuningan, makan korban meninggal, pukul 11.00. Korban ialah bocah 8 tahun, M Rizky Triramdani, warga Dusun Bantar Dengdeng, RT 003/RW 001, Desa Patakaharja, Rancah, Kabupaten Ciamis. Ia ditemukan sudah tidak bernyawa, setelah diketahui tenggelam di sungai itu. Keluarga korban pun histeris.
Insiden menyedihkan itu, dibenarkan Kapolsek Subang IPTU Suhandi. Menurut dia, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 ketika korban bersama teman-temannya berenang di Sungai Cijolang.
“Menurut keterangan saksi, korban sempat melompat ke sungai untuk berenang. Namun setelah itu korban tidak muncul kembali ke permukaan. Diduga korban tersangkut pada besi cor irigasi yang berada di sekitar bendungan sehingga tidak dapat menyelamatkan diri,” ujar IPTU Suhandi, Rabu (10/6/2026), kepada InilahKuningan
Mengetahui kejadian tersebut, warga segera melakukan pencarian dan meminta bantuan kepada petugas. Upaya pencarian dilakukan oleh masyarakat bersama BPBD Kabupaten Ciamis di sekitar lokasi kejadian.
“Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, sekitar pukul 14.00 WIB korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Iptu Suhandi.
Setelah korban ditemukan, petugas bersama pihak terkait melakukan pemeriksaan awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh bidan desa setempat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan medis sementara, korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam dan kehabisan napas. Tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana,” jelasnya.
Polsek Subang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan pengumpulan bahan keterangan.
Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan kehendak Allah SWT. Mereka juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah,” pungkas IPTU Suhandi./tat azhari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.