Sukses! Solusi Beras Sehat Ala Kelompok Tani Berkah

oleh -
Caption: Kelompok Tani Berkah Desa Rambatan menunjukan timbangan unggul beras sehat

INILAHKUNINGAN- Rintisan beras sehat ala Kelompok Tani Berkah, Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru, Kuningan, menggunakan padi varietas Trisakti, menuai berkah. Selain usia panen super genjah, capaian produksinya juga lebih melimpah.

“Keunggulan padi Trisakti ini, dapat dipanen pada umur 77 hari dari tanam. Capaian produksinya 11.520 kg GKP/ hektar dari hasil ubinan rata-rata 7,6 kg. Alhamdulillah, berhasil,” ungkap Ketua Kelompok Tani Berkah Desa Rambatan, Ateng, Rabu (28/07/2021), kepada InilahKuningan  






Adapun sebelumnya, melalui pola pemupukan konvensional dan varitas lain dengan pemupukan full pupuk un-organic hasil ubinan sebesar 5 kg dan bila dikonversi ke 1 hari ± 8.000 kg GKP / hektar dengan umur panen lebih panjang. Yaitu 100 hingga 115 hari dari tanam.

Menurut Ateng, keberhasilannya itu, tidak datang begitu saja. Ada proses cukup panjang, mulai pemilihan benih, teknologi pupuk organik dan pengendalian hama penyakit yang ramah lingkungan di bawah binaan PPL Dan Rahmat W dan POPT, Toto.

“Salah satu motivasi kami, mengembangkan beras sehat ini adalah sumber bahan organic. Yaitu kohe domba cukup berlimpah di Desa Rambatan, tapi belum di manfaatkan secara optimal oleh para petani. Di lain sisi, ketersediaan pupuk subsisi un-organik dibatasi oleh pemerintah,” kata dia

PPL Dian Rahmat W, ingin rintisan beras sehat ini tidak hanya dilakukan kelompok ini. Tapi semua kelompok tani di Desa Rambatan. Selain memiliki kuntungan ekonomi, sosial juga lingkungan. Yaitu  limbah kohe domba dapat dimanfaatkan optimal. Baik padat dan cair

Untuk teknologi limbah kohe kambing, sebelumnya telah dilakukan pengomposan menggunakan pupuk Biotipul Powder dan Pupuk Hayati Biotipul Cair pada pemeliharaan serta pestisida nabati. Yaitu PAC, atau Pestisida Asap Cair. Artinya, penggunaan pupuk kimia dikurangi sebesar 50 % dari MT sebelumnya.

Berikutnya penggunaan pupuk an-organik 25 %, dan selanjutnya lagi full organik. “Dalam budidaya padi, nyaris sama dengan tanaman padi pada umumnya. Hanya saja, tidak menggunakan pestisida kimia yang berbahaya dan penggunaan pupuk organic,” kata Dian

Adapun benihnya, digunakan benih padi galur trisakti. Varietas ini, sangat cocok di sawah tadah hujan dengan kelebihan diantaranya umur 75 hingga 80 hari panen, rasa nasi pulen, bentuk gabah panjang, tahan blast, tahan kekerigan dan potensi produksi 7 hingga 12 ton/hektar.

Koordinator PPL Kecamatan CIniru, Wawan Ruswanda SP ingin, keberhasilan Kelompok Berkah Tani ini bisa dikembangkan oleh kelompok tani lainnya baik di Desa Rambatan maupun di desa lain, di Kecamatan Ciniru. “Kunci keberhasilan ini bukan hanya pada teknologi semata tetapi pendampingan dan motivasi petani itu sendiri dalam adopsi teknologi. Itu sangat penting,” katanya./tat azhari






















BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *