Seleksi Guru P3K “Banjir” Keluhan, Pospera: Perlu Ruang Krisis Center

oleh -
Caption: Ratusan guru K2 berkeluh kesah proses seleksi guru PPPK Kuningan

INILAHKUNINGAN- Ratusuan Guru Kategori II (K2) berkeluh kesah, terkait proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, atau P3K di Kabupaten Kuningan. Keluhan mereka, ditampung Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) Kuningan, di sebuah rumah milik Ukim, Desa Babatan, Senin (18/10/2021).

Ada beberapa aspirasi yang mesti disikapi Pemkab Kuningan selaku Panitia Seleksi Daerah (Panselda) P3K. Mulai dari sisi persiapan, ada keluhan dalam pengajuan formasi, sudah jelas K2 sudha mengabdi puluhan tahun, tetapi sekolahnya tidak mengajukan kebutuhan guru. Kalaupun mnegajukan kebutuhan guru hanya sesuai kebutuhan sebenarnya. Atau irit.

Bahkan, ada guru honorer induk terpaksa daftar ke sekolah lain. Alasannya, ketika mau mendaftar di sekolahnya formasi sudah terkunci.
“Pemberian tray out juga dinilai kurang maksimal. Jauh panggang dari api. Selain itu, ada salah seorang guru yang sudah terdaftar dan dapat nomor test, tapi tidak bisa mengikuti test karena tidak ada tempat tesnya,” sebut Ketua Pospera Kuningan, Agus Febyan Ebreg, kepada InilahKuningan  

Selanjutnya, keluhan infrastruktur dalam pelaksanaan juga mencuat. Signal sering hilang, komputer eror, pengawasnya tidak care. Terlalu asik main handphone, tidak kooperatif, ngobrol tidak karuan.

Begitupula dengan hasil, atau out put. “Semua sadar bahwa penentuan kelulusan bukan di Panselda. Tapi pasca pengumuman, mereka bingung harus bertanya kemana karena dalam form kelulusan tersebut  banyak istilah atau kode yang mereka tidak tahu,” kata Agus

Tidak sebatas itu, banyak dari mereka yang memenuhi passing grade, tetapi kenyataannya mereka tidak lulus. “Masih banyak masalah lain baik secara obyektif maupun subyektif mereka sampaikan. Dan, kalau ini di biarkan akan mengganggu kondusifitas daerah. Apalagi kalau ada yang memanfaatkan untuk kepentingan lain.

Sebab itu, Agus berharap untuk menghadapi tahap 2 Panselda P3K harus lebih sigap. Bila perlu buka ruang untuk konsultasi, atau crisis center./tat azhari

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *