SARUKUN Ingin Kuningan Terapkan Ekonomi Berbasis Syari’ah

oleh -
Caption: FGD Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah Sarukun diikuti unsur kepemudaan dan mahasiswa

INILAHKUNINGAN- Kesulitan ekonomi masyarakat pasca Pandemi Covid 19, mendapat perhatian Komunitas Sarjana Urang Kuningan (Sarjana), melalui Forum Grup Discussion (FGD), di Gedung Dak’wah Muhamadiyah Kuningan, Minggu 09/01/2022)

FGD bertajuk Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah itu, menampilkan Narasumber Sekretaris PC Nahdlatul Ulama KH Aang Asy’ari dan Al Hafidz sekaligus Kabid Dak’wah Pemuda Muhamadiyah Ustadz Dadan Rohmatun. Hadir sebagai peserta, banyak elemen kepemudaan dan mahasiswa.





KH Aang Asyari, membahas fokus terhadap ekonomi syariah. Ia ingin mahasiswa mengerti apa perbedaan antara ekonomi secara umum dengan istilah ekonomi syariah. Dalam studi, atau konsen terhadap ilmu ekonomi, tidak ada istilah ekonomi syariah, melainkan ekonomi Islam.

“Artinya, ekonomi Islam sudah barang tentu berbasis syariah. Seyogianya para peserta mengetahui makna dari istilah-istilah tersebut, karena istilah ekonomi syariah hanya persoalan pemilihan diksi kata di Indonesia. Tapi istilah terpakai secara global ialah ekonomi Islam,” jelas KH Aang Asy’ari

Ustad Dadan Rohmatun, juga menegaskan menegaskan sisi penting literasi dan mengatur keuangan. Kata dia, era kehidupan terus berkembang. Hingga kini masuk fase, dimana informasi setiap detik mampu diakses dan diupdate terus-menerus. Ini menandakan, bahwa harus ada literasi atau pemahaman terhadap sebuah isu kemudian mampu untuk memilah dan memilih mana yang baik dan tepat.

“Sebagai pemuda, kemampuan literasi sangatlah penting. Tidak lebih penting dari mempelajari ekonomi. Memahami ekonomi, artinya mengerti bagaimana mengatur keuangan, pemasukan, pengeluaran dan memperhatikan sumber pendapatan, memahami era baru dengan literasi dan pintar manajemen keuangan dengan basis global ataupun syariah, itu sangat baik,” tandas Dadan, mengingatkan

Ketua Sarukun, Muhamad Fauzan Ash Shidiq, menjelaskan, FGD merupakan upayanya meningkatkan angka literasi mengenai keuangan syariah. Dimana, angkanya masih sangat rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia masih rendah, atau berada di angka 8,93 persen.

“Padahal Indonesia memiliki potensi besar, lantaran mayoritas penduduknya muslim,” tandas Fauzan

Maka, Ia berharap hasil FGD ini ada tindak lanjut berupa pengimplementasian dan pencanangan program ekonomi berbasis syariah di Kabupaten Kuningan./tat azhari

 

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.