Runyam! Desa Menolak Keras Distribusi Bansos Di Kantor Desa

oleh -
Caption: Balai Desa Linggasana menutup diri sebagai lokasi distribusi bansos Pusat oleh kantor pusat

INILAHKUNINGAN- Bantuan sosial (Bansos) pemerintah pusat, tidak berhenti membuat runyam desa. Terbaru, terjadi penolakan Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan atas lokasi distribusi di kantor desa. Entah itu Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sekjen Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kuningan, Hj Henny Rosdiana membenarkan masalah runyam itu. “Sebab itu, kami menolak keras distribusi bansos pusat di kantor desa. Terkecuali bansos dalam alokasi Dana Desa (DD), memang harus didistribusikan di desa ,” tegas Henny, yang juga Kepala Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Jum’at (25/11/2022), kepada InilahKuningan



Kata Henny, akibat distribusi bansos pusat di kantor desa, pihak desa selalu menjadi sasaran tuduhan negatif dari banyak pihak, baik masyarakat sendiri maupun pihak luar. Seperti ormas, LSM dan lain-lain. Entah desa dituding melakukan pemotongan, mengkondisikan penerima, tidak adil, hingga kecemburuan sosial, dan masih banyak lagi.

Belum persoalan administrasi, banyak data penerima dari pusat ternyata setelah sampai ke desa, banyak salah. Contoh, warga blok desa lain masuk dalam daftar penerima di desanya.

“Distribusi bansos pusat oleh kantor pos misalnya, harusnya di kantor pos. Jangan di desa. Apalagi, seringkali kantor pos menjadwalkan distribusi di kantor desa di hari libur. Kami juga aparat desa, kan butuh libur,” tegas Henny lagi

Penolakan keras Desa Linggasana, tandas Henny, tidak main-main. Untuk agenda distribusi Bansos Pusat oleh kantor pos hari ini di desanya, Ia terpaksa meliburkan kantor desa. Kantor desa ditutup dengan pengumuman tertulis di kantor desa, bahwa kepada warga penerima bansos pusat agar mengambilnya di kantor pos./tat azhari

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan