Presiden Gojek Motivasi Ribuan Mahasiswa STKIP Muhamadiyah Kuningan

oleh -

INILAHKUNINGAN- Mukhtamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke 48 diisi STKIP Muhammadiyah Kuningan oleh “Seminar Motivasi” bertajuk “Tumbuh Berkemajuan, Berkembang Mencerahkan” di GOR Ewangga Kuningan.

Ribuan mahasiswa, dosen STKIP Muhammadiyah Kuningan tumplek. Tampil sebagai Motivator Dr dr H Agus Taufiqurrahman selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan dan Leo Wibisono Arifin selaku Vice President GOJEK Indonesia.



“Ini ntuk meningkatkan semangat motivasi mahasiswa agar kelak dapat menjadi sarjana unggul dan berkompeten. Bukan hanya perihal mendidik dengan baik dan sesuai syari’at, tapi juga siap terjun aktif ke dalam dunia bisnis,” tandas Ketua STKIP Muhamadiyah Kuningan, Nanan Abdul Manan, disela pidato

Nanan menyatakan, ketika mahasiswa dosen bangga kampusnya, maka akan bahagia di dalamnya dan ketika bahagia, maka apa saja yang dilakukan akan penuh keikhlasan. Happiness is our Journey.

Keynote Speaker Agus Taufikurrohman mengingatkan, bahwa mahasiswa adalah pemilik masa depan, maka dari itu manfaatkan kesempatan terbaik dapat duduk di bangku Mahasiswa.

“Ingat ini! Kualitas lulusan yang diharapkan dunia kerja adalah mereka yang mau bekerja keras, percaya diri, punya mimpi, mampu bekerja team, kepercayaan matang, cakap berbahasa dan mampu mengorganisasi pekerjaan. Bukan tentang fisik ataupun IPK, tapi paling Utama adalah etika, attitude. Change your Attitude, Change your Future,” tandas Agus

Ia juga berpesan Alumni PTM-PTA harus unggul Intelektual, moral dan spiritual. “Rubah Etos Belajar adek-adek, jadikan belajar adalah Ibadah, belajar adalah amanah, belajar adalah rahmah. Jadilah pendidik yang mengutamakan ibadah, baik dalam melaksanakan tugas ataupun membagikan ilmu,” tandas Agus lagi

Presiden Gojek Indonesia Leo Wibisono Arifin, juga mengingatkan, bahwa membangun mindset Inovasi khususnya di zaman digital yang saat ini memasuki 5.0 itu sangatlah penting. “Kehadiran 4.0 kemarin memberikan beberapa manfaat mulai dari demokratisasi atau adanya perubahan serba digital menurunkan rintangan. Sehingga mempermudah penjualan atau pembelian. Cost of Failure lebih sedikit, personalization, dan globalisasi. Keempat hal ini diinovasi dan disempurnakan di era 5.0 sekarang, bayangkan akan semudah apa nanti.

“Maka dari itu untuk mengahadapi perubahan pesat ini kita harus memiliki transferable skill seperti problem solving yang dapat diasah melalui pengidentifikasian masalah dan solusinya, Communication Skills yang dapat dimulai dari cakap berbahasa dan melatih diri mengkomunikasikan suatu data, dan juga Collaboration Skills yang dapat dilatih melalui pemahaman akan perbedaan budaya, aktif berorganisasi, dan mampu menyelesaikan konflik perbedaan,” papar Leo.

Kegiatan ini diakhiri penampilan dari Sentra Seni STKIP Muhamadiyah Kuningan, dan didukung oleh Kamar Kecil Production, dan UKM Lensa Mahasiswa./tat azhari

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan