Pertanyakan Sanksi PDIP, Atang: Nuzul-Husnul Belum Selesai!

oleh -
Photo: Nuzul Rachdi-Atang

INILAHKUNINGAN- Pernyataan Ketua DPC PDIP Kuningan, H Acep Purnama, bahwa pertengkaran Ketua Forum Masyarakat Kuningan (Formaku), Atang dengan Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdi, telah selesai, disesalkan oleh Atang sendiri.

“Adanya pernyataan pak Acep (Ketua DPC PDIP,red), tentang masalah saya dengan Nuzul Rachdi sudah selesai kembali mengusik saya. Berbagai tudingan miring datang kepada saya. Diantaranya menganggap saya telah menerima sesuatu hingga saya diam,” katanya




Sedari awal telah diketahui bersama, bahwa kedatangannya menemui Nuzul Rachdi, yang juga Ketua DPRD Kuningan, hanya untuk klarifikasi pernyataannya dalam sebuah chat kepada kader partainya tentang keberhasilan memindahkan kunjungan Jokowi dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah ke Ponpes yang seaqidah dengan Nuzul itu sudah diakui benar adanya. “Untuk masalah klarifikasi saat itu, saya sudah selesai karena mendapat jawaban,” katanya, Jum’at (17/09/2021), kepada InilahKuningan

BACA JUGA :  Wabup Edo, Aset PDIP Atau Belenggu?

Namun masalah itu belum selesai karena hingga saat ini Nuzul belum memberikan jawaban apa tujuannya melakukan itu. Yang terpenting ini menyangkut masalah aqidah. Ini ranah SARA. Sangat sensitif dan harus segera diklarifikasi agar tidak semakin meruncing.

“Menurut pernyataan secara  langsung Nuzul menyatakan kalau dirinya mengarahkan Jokowi ke Ponpes yang seakidah dengannya. Yaitu Ahlusunah Waljamaah. Nah, berarti secara tidak langsung Husnul Khotimah tidak dianggap seaqidah dengan dirinya. Berarti juga bukan Ahlusunah Waljamaah. Berarti Husnul aqidahnya apa. Ini bahaya jika tidak segera dijelaskan. Bahkan pihak Husnul khatimah sendiri mempertanyakan tapi hingga saat ini belum mendapatkan jawaban,” ungkap Atang

BACA JUGA :  Acep Masih Berpeluang Cabup PDIP 2023

Melalui media Nuzul menyatakan bahwa sudah dijawab pihak Istana Presiden. Tapi sebagaimana diketahui bersama, bahwa pihak Istana hanya menjelaskan masalah rute dan efisiensi waktu. Tidak ada jawaban terkait masalah aqidah Ahlusunnah Waljammaah ataupun lainnya.

Atang menegaskan, selama ini masyarakat diam karena ada pernyataan dari Dede Sembada bahwa DPC PDIP telah melaporkan kejadian tersebut ke DPD, bahkan hingga ke DPP. “Untuk itu, demi menjaga kondusifitas Kuningan, kami sangat bersabar menunggu hasilnya. Apa sangsinya,” tanya Atang

BACA JUGA :  Pertemuan Wabup-Gerindra-PKB, Dipersoalkan PDIP?

Bukan hasil laporan yang masyarakat dapat, justru Ia dikejutkan pernyataan ketua DPC PDIP yang juga Bupati Kuningan, bahwa masalah sudah selesai begitu saja. Ini ada kesan meremehkan masalah yang justru menimbulkan masalah baru.

“Semua umat Islam pasti sepakat, bahwa masalah aqidah bukan masalah sepele. Jdi saya berharap jangan sampai ada kesan menyepelekan. Sehingga memicu amarah umat Islam,” ujar Atang, mengingatkan./tat azhari

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *