Pemecatan 43 Pegawai PDAU Kuningan Perintah Bupati, Ini Ungkapan Detail Direktur

oleh -
Photo: Dr Nana Sutisna

INILAHKUNINGAN- Mantan Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Darma Putra Kuningan, Nana Sutisna, membeber latarbelakang pemberhentian dirinya sebagai direktur dan seluruh pegawai PDAU Kuningan, dalam audiensinya dengan seluruh karyawan, di Kantor PDAU Kuningan, Rabu (05/01/2022).

Nana Sutisna menegaskan, bahwa PDAU ini aset Kuningan, perlu diselamatkan. Itupun sudah dilakukan KPM sejak Juni hingga Desember 2021. Namun mempertimbangkan kondisi PDAU dalam pemberitaan media online, semua memojokan peran fungsi KPM.”Kita sangat-sangat prihatin. Sehingga KPM dipusingkan dengan pemberitaan itu,” celoteh dia


Kemudian, muncul ada surat dari serikat pekerja beraspirasi akan mogok kerja. Sebenarnya, tidak ada masalah tidak bisa diselesaikan. Tapi perlu diketahui, tantangan PDAU kedepan berat, khususnya pembiayaan.

Semua tahu, ungkap Nana, penghasilan PDAU sudah drop 30%. Misal Objek Wisata Waduk Darma hanya menghasilkan 25% saja. Maka itu, Ia bersama dewas, KPM dan sekda melakukan rapat internal. Ternyata, bupati memutuskan hal diluar dugaan semua.

Dimana, Ia diperintahkan bupati dalam kewenangan sesuai pasal 44 dan pasal 46 Perda No 11 Tahun 2019, untuk memberhentikan seluruh karyawan PDAU, yang 43 orang. “Saya sedih juga. Jadi per terbitnya SK pemberhentian saya, seluruh karyawan yang 43 orang, sudah tidak lagi bekerja, karena sudah diberhentikan,” ungkap dia

Kaitan itu, maka kewajiban tentang hak-hak sesuai UU Ketenagakerjaan akan dipenuhi, tapi memperhatikan keterbatasan keuangan PDAU. Point selanjutnya, Ia juga ikut minta diberhentikan sebagai direktur.

“Jadi keputusan strategisnya, seluruh karyawan termasuk saya diberhentikan secara hormat. Maka, kalau diberhentikan ada perhitungan uang jasa, pesangon yang koridornya tetap mengacu pada ketentuan hitungan pesangon,” kata dia

Atas keputusan bupati ini, Pemkab Kuningan mengambil alih PDAU dengan melakukan penataan ulang, di nol kan. Siapa mengapa, bagaimana mengelolanya, itu bukan kewenangannya sebagai direktur. Sudah diambil lagi oleh Pemkab Kuningan. “Intinya saya dan kawan-kawan sudah bukan lagi pengelola PDAU,” tegas Nana

Nana pun memohon maaf selama 1 tahun bekerja, sudah saling bahu membahu, meskipun muncul keretakan mohon dimaafkan. Tentu Ia akan segera beres-beres dokumennya, dan izin untuk kembali ke kampus, menjadi peneliti. “Sekali lagi mohon maaf lahir bathin. Meskipun pertemuan ini terasa pahit, itu adalah obat untuk membangun kesadaran,” ucap Nana

Ia sadar, resiko pimpinan harus diambil. Soal Ia meminjamkan mobil untuk pegawai  THL, itu urusan dia. Kalaupun sekarang ada gantungan ke lembaga keuangan BFI, itu urusannya juga. Bagaimana pinjamannya ke Bank Kuningan, juga urusannya.

“Pendekatannya, urusan saya diambil oleh saya, teman-teman karyawan dengan bank jabar banten (bjb), urusan teman-teman. Pesangonnya ditanggulangi, tapi tetap memperhatikan ketentuan, dan memperhatikan keterbatasan anggaran PDAU,” pungkas Nana./tat azhari

 

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *