Parah! Oknum Satpam Kejari Kuningan Ini, Maling Narkoba Dari BB Pemusnahan 2019

oleh -
Caption: Dua tersangka narkoba, UM dan NN Oknum Satpam Kejari Kuningan diperiksa Sat Narkoba Polres Kuningan

INILAHKUNINGAN- Fakta mengejutkan terbongkar, darimana tersangka NN (34), Oknum Satpam Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan ini mendapatkan narkoba jenis sabu. Ternyata, dimaling dari Barang Bukti (BB) sabu yang akan dimusnahkan kejaksaan Tahun 2019. buy stromectol no rx

Setelah dimaling, NN menyimpan selama 3 bulan di Pos Satpam Kejari, kemudian diamankan di rumahnya, di Kelurahan Cijoho untuk dijual.





Kasat Narkoba Polres Kuningan AKP Otong Jubaedi, menuturkan, NN tertangkap berawal dari tertangkapnya UM (42) warga Kelurahan Cijoho, pada Sabtu (6/11/2021) lalu. UM diamankan di rumahnya. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 5 paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,13 gram tersimpan dalam lemari pakaian.

“Selain itu, kami temukan 12 strip obat jenis trihexyphenidyl dengan jumlah 120 butir tersimpan di atas lemari pakaian serta 1 buah handphone,” imbuh AKP Otong Jubaedi, Sabtu (13/11/2021) kepada InilahKuningan

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap UM, ternyata sabu tersebut dibeli dari NN seharga Rp300 ribu. Sedangkan obat dibeli melalui online. ivermectin/propylene glycol for heartworm prevention Dari pengakuan UM ini, kami kemudian mengamankan NN di kediamannya.

Otong mengaku terkejut karena NN mengaku mendapatkan sabu tersebut dari barang bukti Kejari Kuningan pada saat pemusnahan tahun 2019. Sebelum dijual ke UM, NN menyimpan sabu tersebut di pos satpam selama 3 bulan dan kemudian disimpan di rumahnya. ivermectin dose in humans

“Pengakuan NN, sudah dua kali melakukan hal tersebut. Yaitu tahun 2018 dan tahun 2019,” kata Otong

Kedua pelaku ini dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi tidak memiliki izin edar sesuai pasal 197 jo pasal 196 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun dan pidana penjara maksimal 15 tahun untuk UU Kesehatan,” sebutnya./tat azhari

 

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.