Operasi Galian C Desa Cileuley Kuningan Distop Gubernur, 150 Warga Terdampak, Bupati Pastikan Solusi
INILAHKUNINGAN– Puluhan tahun beroperasi secara illegal atau tanpa perizinan, Galian C Desa Cileuley, Kabupaten Kuningan, akhirnya ditutup Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sedikitnya 150 pekerja terdampak.
Sebagai langkah solusi warga terdampak, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, turun langsung ke lokasi untuk bertemu warga dan pekerja terdampak, sekaligus memastikan ada solusi dari pemerintah, Kamis (5/2/2026)
Dalam dialog bersama masyarakat, Bupati Dian menyampaikan bahwa lokasi galian telah disegel langsung oleh Pemerintah Provinsi, sehingga untuk sementara tidak diperbolehkan ada aktivitas penambangan.
“Karena ini sudah disegel oleh provinsi, berarti tidak boleh ada aktivitas. Saya datang untuk menyampaikan informasi yang jelas dan sekaligus mendengarkan aspirasi warga,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan, dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat begitu menerima kabar terkait penutupan tersebut. Menurutnya, Gubernur menginstruksikan agar dilakukan pendataan menyeluruh terhadap warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas galian.
“Begitu tahu ada penutupan, saya langsung telepon Pak Gubernur. Karena masyarakat kita sudah puluhan tahun bekerja di sini. Pak Gubernur menyampaikan agar didata, luas lahannya dan siapa saja pekerjanya,” jelasnya.
Bupati menuturkan, Pemprov Jabar juga membuka opsi untuk alih profesi bagi para pekerja terdampak. Selama masa transisi, Pemprov berencana memberikan upah pengganti selama 1–2 tahun.
“Solusi dari Pak Gubernur, masyarakat yang terdampak akan diarahkan alih profesi. Sementara, akan ada upah pengganti satu sampai dua tahun ke depan, dengan tugas memelihara lahan dan penghijauan,” ungkap Bupati.
Bupati Dian menyampaikan, untuk mengikuti aturan ini terkait lingkungan. “Tapi saya juga memikirkan nasib masyarakat. Insyaallah Pemkab akan bergerak, hasil pertemuan ini akan disampaikan ke provinsi agar ada kepastian,” tegasnya
Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak melakukan aktivitas di lokasi selama proses koordinasi berlangsung.
Dalam dialog tersebut, sejumlah perwakilan warga menyampaikan keberatan dan kekhawatiran atas dampak penutupan galian. Mereka mengaku telah bekerja puluhan tahun dan tidak memiliki sumber pekerjaan lain.
Warga berharap pemerintah memberikan kepastian dan solusi konkret agar tidak terjadi peningkatan pengangguran di Desa Cileuleuy.
Pada kesempatan itu, Camat Cigugur, Yono Rahmansyah, S.STP. melaporkan bahwa pendataan awal telah dilakukan, dan sudah tercatat sekitar 150 orang warga yang bekerja sebagai penambang, sopir truk pengangkut material, serta ibu-ibu pemecah batu (méprek).
Pendataan lanjutan akan terus dilakukan agar data menjadi lengkap sebagai bahan pengajuan dan koordinasi program dengan Pemprov Jawa Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi unsur perangkat daerah, termasuk Sekda, Kepala Dinas LH, Diskatan, Bappeda, serta kepala dinas terkait lainnya yang akan mengawal proses pendataan, koordinasi, dan tindak lanjut program./tat azhari



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.