Ontrog Kejari, Pemuda Muhamadiyah Pertanyakan Dugaan Korupsi P2L dan Aset Gedung Kesenian

oleh -
Caption: Diskusi penanganan korupsi kajari Kuningan dan PD Pemuda Muhamadiyah Kuningan berjalan alot

INILAHKUNINGAN- Dirasa penanganan korupsi di Kabupaten Kuningan tidak greget, PD Pemuda Muhamadiyah Kuningan menyambangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan, Kamis (23/12/2021). Gerakan mereka diterima Kepala Kajari Kuningan, L tedjo Sunarno.

Diskusi mereka berjalan cukup alot. Dua kasus dugaan koprupsi yang mencuat, dan tengah diproses kejari disorot. Mereka mempertanyakan tindak lanjut kedua kasus itu. Yaitu  status dugaan penggelapan aset gedung kesenian dan dugaan sunat dana Banprov Jabar 2021 untuk Program Pekarangan Lestari (P2L) Diskatan Kuningan Rp1,7 miliar.


“Penanganan dugaan penggelapan aset gedung kesenian, statusnya sekarang ada di tahapan penyidikan. Adapun soal dugaan pemotongan dana P2L kami sudah mendengar persoalan tersebut, dan sedaang bergerak mengumpulkan data dan informasi melalui kasi intel,” aku Kepala Kejari Kuningan, L tedjo Sunarno

BACA JUGA :  Kasus Dana P2L, Ada Pejabat Kuningan Diperiksa Kejari, Siapa?

Ketua Pemuda Muhamadiyah Kuningan, Sadam Husen, menilai problem penegakan hukum di Kuningan merupakan problem sangat serius. Problematika tersebut, akan terus berkembang jika bagian-bagian di dalam sistem itu sendiri tidak ada perubahan. Tidak ada revolusi yang di istiqomahkan di dalamnya.

“Kita semua mungkin sepakat  Mental yang kurang baik merupakan aktor utama dari segala ketidaksesuaian pelaksanaan hukum di Kuningan ini,” tandas Sadam Husen

BACA JUGA :  Dugaan Kasus P2L Rp1,7 Miliar, Hanya Kabid Belum Diperiksa Kejari

Maka, kunjungan Pemuda Muhamadiyah di kantor kejaksaan adalah sebagai gerakan mendukung aparat penegak hukum dalam melakukan pencegahan dan penegakan kasus KKN .

Namun Ia sadari  kepentingan  diluar penegakan hukum ini sering saja mendampingi sejalan penegakan hukum itu sendiri. Konteka ini seakan menutupi

segala keselarasan hukum yang berjalan di masyarakat luas. Banyak kasus-kasus hukum  yang silih berganti dalam kurun waktu relatif singkat, bahkan bersamaan kejadiannya.

BACA JUGA :  Kejari Kuningan Akui Ada Indikasi Korupsi Dana P2L Diskatan 2021

“Perlu ada reformasi bersama yang sebenarnya, karena permasalahan hukum ini merupakan permasalahan dasar sebuah negara,”  kata Sadam./tat azhari

BERITA LAINNYA

Leave a Reply