Kuningan “Ngotot” Tarif Air Ke Kota Cirebon Naik Rp300/M3

oleh -
Caption: Sekda Dr H Dian Rachmat Yanuar memimpin Webinar Pembahasan Rencana Kenaikan Tarif Air dengan Kota Cirebon

INILAHKUNINGAN- Agenda kenaikan tarif air asal Mata Air Paniis, Pasawahan, Kabupaten Kuningan ke PDAM Kotamadya Cirebon, belum ada titik terang. Berbagai usulan angka kenaikan tarif, toleransi tingkat kebocoran, hingga jangka evaluasi perjanjian, sudah mencuat. Dibahas cukup alot.

Pembahasan terjadi, dalam Rapat Webinar, di Kantor PDAM Tirta Kemuning Kuningan, Rabu (30/06/2021).






“Betul, setelah beberapa kali pertemuan Kuningan dan Kota Cirebon, sudah ada beberapa poin usulan dari setiap pihak,” aku Sekda Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar, didampingi Direktur PDAM Tirta Kemuning Kuningan, H Deni Erlanda, usai webinarnya, kepada InilahKuningan

BACA JUGA :  SMK KarNas Kuningan “Gebrak” Desa

Point usulan ini,  diantaranya besaran tarif. Dimana sudah 9 tahun berjalan Rp110/M3 tidak ada kenaikan, baru sepakat naik tarif saat ini Rp206/M3 untuk pemberlakuan 01 Juni 2021. Tapi Kuningan kembali mengusulkan, ada perubahan kenaikan tarif lagi menjadi Rp300/M3 untuk diberlakukan per tanggal 1 Januari 2022.

Begitu terkait tingkat kebocoran, Ia memberikan batasan toleransi ke Kota Cirebon 5 sampai 10%. Adapun Kota Cirebon meminta toleransi kebocoran hingga 25%.

Menurut Dian, toleransi tingkat kebocoran 10-15%, sejalan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum   Nomor:18/Prt/M/2007  tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

BACA JUGA :  Naik Pesat, Kasus Positif Covid 19 Husnul Tembus 405 Santri

Pada Peraturan PU ini, disebutkan bahwa  untuk tingkat kebocoran atau  kehilangan air fisik/teknis maksimal 15%. Komponen utama penyebab kehilangan air juga harus sesuai sesuai. Diantaranya, kebocoran pada pipa transmisi dan pipa induk, kebocoran dan luapan pada tangki reservoir, dan kebocoran pada pipa dinas hingga meter pelanggan.

“Nah, jika kebocoran itu tidak didasarkan ke tiganya, hanya bisa mencapai 10 %,” sebut Dian.

Untuk masa waktu evaluasi Pemkot  Cirebon meminta evaluasi setiap 5  tahun sekali. Tetapi Pemkab Kuningan meminta evaluasi setiap 2 tahun sekali.  Sebagai solusi, Dian menyarankan untuk mengambil jalan tengah, bahwa untuk evaluasi dilaksanakan paling lama 3 tahun sekali.

BACA JUGA :  Pesta Narkoba, 2 Karyawan Resto Terkenal Kuningan Di Sel

Sekda Kota Cirebon, H Agus Mulyadi mengatakan, untuk  usulan perubahan tarif Rp. 300/m3 untuk diberlakukan per tanggal 1 Januari 2022, dan  toleransi tingkat kebocoran 10-15% akan menjadi pembahasannya di Kota Cirebon. Sementara  masa waktu evaluasi, sepakat untuk dilakukan tiga tahun sekali./tat azhari

 






















BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *