INILAHKUNINGAN- Exspedisi Trisakti PDIP Kuningan ke Gunung Ciremai, berbuntut panjang. Pernyataan Wakil Ketua DPC PDIP Kuningan, yang juga LO Exspedisi Trisakti, Sukiman, yang menyebut bahwa belum ada keluhan hama babi dan monyet dari masyarakat petani di kaki Gunung Ciremai, dimentahkan Ketua Komisi 3 DPRD Kuningan, Dede Sudrajat.

Dede mengaku sudah lama menyampaikan keluhan masyarakat kaki Gunung Ciremai itu ke pemerintah daerah. Bahkan, sebelum Ia mengusulkan ada Pansus Badan Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) di DPRD.

“Dari keluhan masyarakat itu, kami komisi 3 turun ke lapangan.  Keluhan detailnya kami tampung. Diantaranya betul Pak Abidin (pengamat,red), ada kaitan gangguan hama hewan berupa monyet, hama babi,” ungkap Dede Sudrajat, Selasa (16/08/2022), kepada InilahKuningan

Sekarang saja, menurut Politisi PKS itu, hama babi di masyarakat kaki Gunung Ciremai, terutama di kawasan Palutungan jumlahnya semakin banyak. Maka, perlu ada penanganan khusus dari pemerintah daerah.

“Kami setuju apa yang disampaikan Pak Abidin, bagaimana memberdayakan masyarakat di kaki Gunung Ciremai ini agar lahan-lahan milik pribadi mereka produktif lagi,” kata dia

Ditegaskan, bahwa saat ini lahan-lahan masyarakat di kaki Gunung Ciremai tidak bisa lagi dimanfaatkan karena selalu diserang hama babi. “Hama babi saat ini, sangat mengerikan,” ujar Dede Sudrajat

Banyak petani juga datang ke rumahnya mengeluhkan hama babi. Jadi betul adanya hama babi. Sample bisa diambil di Palutungan, banyak hama babi. Masyarakat pun jadi takut menggarap tanahnya sendiri, karena ada hama babi dan monyet.

Untuk penanganan hama babi tersebut, tentu perlu anggaran. Meskipun seharusnya sebelum ada reaksi masyarakat, pemda sadar sendiri dulu, turun tangan. Jangan baru dikritik baru turun. Cepatlah mengambil tindakan. Ada perbakin juga bisa diberdayakan, jadi tetap perlu anggaran.

Alasan hama babi selalu larinya ke kawasanTNGC, Dede meminta pemda koordinasi dengan BTNGC dalam penanganan. Jangan karena terkendala TNGC, penanganan hama babi jadi mundur terus. Kalau dibiarkan lama kelamaan, tanaman masyarakat habis oleh hama. “Jadi harus ada koordinasi baik dengan BTNGC,” saran dia./tat azhari