INILAHKUNINGAN- Ulang tahun ke 59 Kodim 0615 Kuningan, meriah. Diawali pengarahan Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf Bambang Kurniawan kepada keluarga besar TNI, ultah dirayakan seru, penuh bahagia.

Senam jumba membuat seluruh TNI dan para istri bergoyang ria, sehat. Tak kalah seru, lomba memasak para danramil. Dilanjut pembagian tropi lomba bola voli, lagu manuk dadali, tenis lapangan dan lomba masak danramil. Terakhir doorprize menarik.

Ada belasan sepeda gunung, kulkas, televisi, mesin cuci, kipas angin, kompor gas dan ratusan hadiah menarik lain. Seluruh rangkai dipandu MC nyentrik Dian Tulip.

“Ini moment sakral, sudah lama tidak ada Ultah Kodim 0615 Kuningan. Alhamdulillah, ultahnya semua bahagia,” ungkap Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf Bambang Kurniawan, disela pidato

Sebenarnya Ultah Kodim 0615 Kuningan jatuh pada 8 Desember. Tapi moment bertepatan beda 1 hari Ultah Korem 063 Sunan Gunung Djati Cirebon. Jadi diundur 1 hari.

Bambang menyebut sejarah Kodim 0615 Kuningan panjang. Dulu namanya batalyon. Kuningan sendiri adalah kota tertua, saat agresi militer kedua. Dimana perundingan Linggajati gagal.

Residen di Kota Cirebon pun chaos, lalu mundur ke Kuningan. Tepatnya di Kecamatan Ciwaru. Disitu terbentuk pemerintahan untuk melawan Belanda. Bukan hanya Ciwaru, tapi juga Kadugede, Pancalang dan Posko Kesehatan di Cigugur.

Bersamaan itu, turun keputusan pangdam, bahwa Kuningan mulai berdiri Kodim 0615.
“Kita punya tagline satria pelindung rakyat di tanah wali. Kita bangga jadi prajurit Kodim 0615 kuningan.

Turut mengikuti Wakil Bupati HM Ridho Suganda, Forkopimda Kuningan, para Dandim Ciayumajakuning, hingga para pejabat lingkup Pemkab Kuningan./tat azhari