Kisruh Pemanfaatan Komersil Mata Air Talaga Nilem Kuningan, KDM Turun Tangan!
INILAHKUNINGAN- Protes berkali-kali ke DPRD dan Bupati Cirebon tanpa tanggapan, jeritan bertahun-tahun warga Desa Cikalahang atas krisis air ditengah kekayaan mata air Talaga Nilem, di Desa Kaduela, Pasawahan, Kabupaten Kuningan, sebagai 2 desa perbatasan Kuningan-Cirebon, sekaligus juga desa penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), akhirnya didengar baik Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Atas permintaan warga Desa Cikalahang, KDM turun ke lokasi. Mantan Sekretaris Desa Cikalahang, Umar Ali Sahabi mengaku warganya telah menjadi korban kebijakan PDAM Kuningan dalam kerja sama penyediaan air dengan PDAM Kabupaten Indramayu. Ironisnya, masyarakat di sekitar sumber mata air justru tidak menikmati air.
“Air kami diambil, tapi desa kami justru kekeringan,” ucap Umar
Menurutnya, sejak 2022 telah ada berita acara sosialisasi yang disepakati bersama. Dalam dokumen itu ditegaskan bahwa sebelum air dialirkan ke Indramayu, kebutuhan air bersih warga Cikalahang harus dipenuhi lebih dahulu.
“Kesepakatannya jelas, tapi sampai hari ini warga Desa Cikalahang tidak pernah merasakan setetes pun air PDAM,” aku dia
Padahal, berdasarkan data masyarakat, hingga 14 Januari 2026 volume air yang telah dimanfaatkan PDAM Kuningan mencapai sekitar 3.514.000 meter kubik. Tapi warga sekitar mata air masih mengandalkan sumur dan hujan.
Dampaknya juga terasa langsung pada pertanian. Luas sawah Desa Cikalahang yang semula 144 hektar kini menyusut menjadi 89,03 hektare hingga 2025 akibat berkurangnya pasokan air dari Talaga Nilem dan Talaga Remis. Sehingga banyak lahan pertanian kekeringan.
“Kalau kemarau, kondisinya bisa lebih parah,” imbuh dia./tat azhari



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.