Kejaksaan “Pelototi” Kasus Bansos Desa Cikadu

oleh -Dibaca : 1.659
Photo: Andi Manapang TJ, SH, MH

INILAHKUNINGAN- Kasus dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), Desa Cikadu, Nusaherang, Kabupaten Kuningan, berbuntut panjang. Tidak puas hasil musyawarah, warga mengadukan kasus di desanya itu, ke Presiden Jokowi.

Aduan itu, ditembuskan warga ke kapolri, kejagung dan Kejati Jawa Barat. Praktis, Kejari Kuningan segera menindaklanjuti aduan itu dengan memanggil teradu. Yaitu Kepala Desa Cikadu, UK.

“Kades sebagai terlapor sudah kita panggil, kita periksa. Juga Camat Nusaherang sebagai saksi,” aku Kasi Datun Kejari Kuningan, Andi Manapang, di kantornya, Selasa (20/04/2021), kepada InilahKuningan

BACA JUGA :  Soal Kasus Bansos Desa Cikadu, Inspektorat-Kejaksaan Saling Tunggu

Ia membenarkan, jika pemeriksaan itu terkait aduan warga ke Presiden Jokowi. Warga mengadukan perbuatan Kadesnya, UK terkait BLT, juga masalah lain di desa.

Saat ini, Ia tengah mengkaji, menelaah. Kades sendiri, diperiksa selama 2 jam. Ia mengajukan 20 pertanyaan. Beberapa diantaranya, seputar pembangunan di desa, dan implementasi peraturan pemerintah terkait penyaluran dana bansos berupa BLT.

BACA JUGA :  KKN Uniku Expo Unjuk Ragam Potensi Desa

“Jawaban kades, pembangunan desa dilaksanakan, bansos juga dilaksanakan,” ulas dia

Tapi kades beralasan, dana bansos di serahkan kepada seorang stafnya agar disalurkan kepada warga penerima manfaat. Kades mengaku tidak punya niat menggunakan dana bansos secara pribadi.

“Pertanyaan dan pernyataan lain, baik dari kejaksaan maupun jawaban kades bersifat terduga. Tapi itu semua belum selesai. Ini baru tahap penyelidikan,” terang Andi

BACA JUGA :  Di evaluasi, Jumlah Desa Wisata Bertambah Jadi 30

Kejari juga tentu menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat. Yang hasilnya akan menjadi hasil pemeriksaan kepolisian dan Inspektorat./BOM

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *