Kasus Keroyok Maut Santri, Romdoni: Otokritik Buat Kemenag!

oleh -
Photo: H Ahmad Hardiman Romdoni

INILAHKUNINGAN- Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan, H Ahmad Hardiman Romdoni, belum bisa memberikan sanksi apapun terhadap Pondok Pesantren Al Ikhlas Desa Jambar, Kecamatan Nusaherang atas tewasnya santri akibat dikeroyok para santri seniornya 2 kemarin.

Diakui, bahwa Ia sudah menemui pimpinan pondok pesantren tersebut. Ia tekankan ke mereka, tidak boleh kasus ini terulang kembali. Tapi Ia belum bisa memberikan tindakan apapun. “Kita masih menunggu proses hukum para pelaku seperti apa,” ujar Romdoni, Rabu (22/11/2022), kepada InilahKuningan



Ditanya apakah ada ancaman sanksi buat pondok pesantren, menurut dia, hal itu harus dilihat dulu apakah kesalahan sistem di pondok pesantren atau kesalahan individu atau seperti apa. Jadi kita tidak bisa serta merta Ia memberikan hukuman.

Yang jelas, Ia sudah datang ke pondok pesantren tersebut. Sudah memberikan pemahaman, bahwa kasus ini harus diteliti lebih lanjut oleh pihak yayasan atau pondok pesantren. “Yang pasti, kami bersama aparat hukum akan mengawal kasus ini,” janji Romdoni

Apakah kasus itu sebuah lemahnya pengawasan pondok pesantren terhadap santrinya, Romdoni menyatakan, bahwa pengasuh pondok pesantren sudah mengakui kelemahan itu. Yang namanya manusia, pasti ada keteledoran, kelemahan. “Itu sudah diakui pak kyai (Pondok Pesantren Al Ikhlas Desa Jambar,red). ini adalah kelemahan pengawasan pihak pondok pesantren,” tandas dia

Apakah juga termasuk masih lemahnya pembinaan Kemenag Kuningan, Romdoni tidak memungkiri hal itu. Bagi kemenag, juga tentu telah menjadi sebuah otokritik agar kedepan kemenag lebih meningkatkan komunikasi, dan pembinaan secara lebih masif ke pondok pesantren.

“Kami akan lebih intensif melakukan pembinaan dengan seluruh pondok pesantren di Kabupaten Kuningan, juga dengan forum komunikasi pondok pesantren, kita akan lebih banyak komunikasi dan pembinaan. Sehingga kasus santri tewas dikeroyok di Ponpes Al Ikhlas Desa Jambar ini, menjadi yang terakhir,” janji Romdoni, seraya menegaskan bahwa Pondok Pesantren Al Ikhlas Desa Jambar ini resmi, telah memiliki izin operasional./tat azhari

 

 

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan