Kapolsek Mandirancan Sebut Domba Mati Hanya 6 Ekor, Adi Karya: Sudah 3 Kali Diserang

oleh -
Caption: Pemilik pengelola ternak domba dan kambing Desa Cibuntu mendapat arahan jajaran Perbakin Kuningan, di Desa Cibuntu

INILAHKUNINGAN- Kapolsek Mandirancan Iptu Junaedi mengakui ada serangan anjing liar, di kandang peternak domba, kawasan PT Gegerhalang, tepat di Desa Cibuntu, Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

“Lokasinya di Desa Cibuntu, Pasawahan, bukan Desa Sukasari,” jelas Junaedi, Senin (18/10/2021), kepada InilahKuningan

Menurut kapolsek, hasil pengambilan keterangannya dari Sukirna, domba mati diketahui oleh Agung (55), mitra PT Gegerhalang, yang mengelola perkebunan durian. Sudah berjalan beberapa tahun, Agung meminta ijin kepada Geger Halang untuk membangun kandang dan peternakan. Tujuannya, agar kotoran dari kambing dan domba bisa di manfaatkan untuk pupuk kompos tanaman.

Kapolsek juga menyebut, bahwa informasi dari Sukirna photo leher domba tergorok, adalah 2 domba yang tengah sekarat digigit anjing, kemudian disembelih pemiliknya Agung.

“Jumlah domba mati itu 4 ekor indukan dan 2 anakan, dengan luka gigit di leher. Bahkan, menurut keterangan sumber, anjing yang diduga menyerang masih ada dalam kandang domba sebanyak 2 ekor,” terang kapolsek

Domba-domba mati, kemudian di kuburkan Agung di area sekitar kandang. Sumbernya juga menyampaikan, di lokasi kandang terdapat 40 ekor jenis domba dan 50 ekor jenis kambing etawa.

Koordinator Kelompok Ternak Ciremai Farm Desa Cibuntu, Adi Karya, membenarkan kematian dombanya hanya 6 ekor. Empat indukan dan dua anakan. Hanya korban gigitan anjing liar itu 8 ekor. “Yang 2 ekor saat kena gigit anjing masih hidup, kondisi sekarat. Langsung kita sembelih,” katanya

Namun kejadian ini merupakan yang ketiga kali. Awal Februari 2021 mati kambing 2 ekor, kemudian Juli 2021 mati 6 ekor kambing juga./tat azhari

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *