INILAHKUNINGAN- Luapan air sungai tiada henti akibat intensitas hujan tinggi setiap hari, menyebabkan pondasi beton jembaan tua Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, bergerak amblas, hingga terjadi banyak retakan di semua sisi. Akibatnya jembatan utama penghubung 3 desa tersebut, menunjukan kemiringan, nyaris ambruk. Akses Jembatan Cijemit itupun, ditutip total.

Tidak ingin menelan korban warga, kondisi membahayakan Jembatan Cijemit, Rabu (7/1/2025), segera ditinjau langsung oleh Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar. Hujan deras tidak menyurutkan orang kuat no 1 di Kota Kuda itu, untuk memastikan kondisi Jembatan Cijemit yang membutuhkan penanganan darurat. Ia didampingi Kepala BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, dan Muspika Ciniru.

Bupati Dian mengakui kondisi membahayakan Jembatyyan Cijemit, hingga perlu penanganan cepat. Apalagi Jembatan Cijemit ini, adalah akses vital masyarakat 3 desa. Yaitu Desa Cijemit, Desa Gunung Manik dan Desa Pinara.

Ia menyebut, perbaikan Jembatan Desa Cijemit membutuhkan anggaran Rp2 miliar. Ia memastikan Januari 2026, perbaikan segera dilakukan dengan mengambil skema anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), karena kerusakan jembatan masuk dalam kategori force majeure alias bencana. Sebelum perbaikan, Ia juga mengaku telah melakukan langkah darurat, seperti penyiapan jalur alternatif hingga penyusunan rencana teknis perbaikan.

“InsyaAllah, Januari 2026 ini sudah mulai tahapan perbaikan. Jadi, jika tidak ada kendala, jembatan sebagai akses vital 3 desa ini, sudah bisa digunakan kembali sebelum lebaran,” harap Bupati Dian./tat azhari