Januari 2023, Dishub Kuningan Buktikan Mampu Raup PAD Parkir Rp325 Juta Di Kawasan Cilimus

oleh -

INILAHKUNINGAN- Kisruh kenaikan target Pandapatan Asli Daerah (PAD) kawasan ekonomi Desa/Kecamatan Cilimus hingga 5 kali lipat, dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan, M Mutofid.

Ia menyebut 13 titik area sebelumnya di Kawasan Cilimus dikuasai oleh 1 pengusaha. Yaitu H Muharam. Sebanyak 13 titik tersebut, menyetor PAD hanya Rp65 juta. Apakah itu realistis, Ia tidak mengomentari hal itu.


“Tapi atas pertimbangan aktivitas ekonomi masyarakat di Kawasan Cilimus meningkat, maka kita menaikan target PAD parkir hingga 5 kali lipat,” tegas Mutofid, Selasa (24/1/2023), di kantornya, kepada InilahKuningan

Pengusaha Muharam sempat menawar 2 kali kenaikan target PAD mulai Rp90 juta hingga Rp120 juta/tahun. Tapi Ia tetap meminta kenaikan 5 kali lipat.

Dianggap tidak mau, Ia kemudian menyerahkan pengelolaan parkir kepada banyak pengusaha. Sebanyak 13 titik dipecah, hingga 12 pengelola dengan target PAD setiap titik bervariatif.

Diantaranya Parkir BRI Unit Desa Bojong, Cilimus diharga target Rp20 juta, BRI Unit 1 Cilimus Rp25 juta, Toko Grosir SMAN Cilimus Rp30 juta, BNI Cilimus Rp20 juta, Bank Mandiri Cilimus Rp20 juta, Bank bjb Rp20 juta, Toko Indah Grosir Cilimus Rp15 juta, Jalan H Bakri Rp60 jt, Puskesmas Cilimus Rp30 juta, Rocket Chicken Cilimus Rp15 juta,
Indomaret Panawuan Rp10 juta, Indomaret Cilimus Rp20 jt, Jalan Taman Pujasera Rp40 juta. Atau total Rp325 juta. Adapun Pasar Cilimus masih proses.

“Dari 13 titik tersebut, sekarang PAD parkir Cilimus sudah masuk ke kas daerah Rp220 juta. Itu masih akan bertambah, karena masih tersisa 5 titik belum setor ke kas daerah,” ungkap Mutofid, nada optimis

Ditanya perbandingan mencolok Tahun 2022 yang hanya Rp65 juta/tahun dengan Tahun 2023 saat ini baru Januari 2023 sudah Rp220 juta, Mutofid enggan membandingkan hal itu. Sebagai kadis baru, Ia tidak mau berbicara ke belakang.

Saat ini, Ia hanya berpikir bagaimana memaksimalkan potensi PAD parkir, untuk perbaikan bersama. “Maka kami pakai pola tidak mau menerima setoran PAD 2023 secara tunai. Ke pengelola parkir, silahkan langsung setor ke kas daerah di bank BJB. Ke dishub hanya menyerahkan bukti setoran saja. Selain itu, pembayaran PAD harus dimuka. Selesai tandatangan perjanjian, harus langsung bayar ke kas daerah,” tegas Mutofid lagi./tat azhari

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan