Investasi Total PAM Kuningan Butuh Rp150 Miliar, Ukas: Harus Investor!
INILAHKUNINGAN- Plt Direktur Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Kemuning Kabupaten Kuningan, Dr Ukas Suharfaputra menegaskan, bahwa untuk perbaikan atau pengembangan infrastruktur PAM, yang nilainya maksimum Rp10 miliar bisa menggunakan anggaran PAM sendiri. Tapi kalau sudah diatas Rp10 miliar sampai Rp50 miliar, PAM harus menggandeng investor.
“Kita coba kombinasi itu,” kata Dr Ukas, di kantornya, Senin (10/4/2023), kepada InilahKuningan
Contoh jaringan IPA Darma yang sampai saat ini usianya sudah tua. Sejak 1979 tidak pernah di remajakan, berarti harus ada investasi. Solusinya, bisa memakai dana PAM sendiri dari hasil efisiensi biaya operasional.
Ia menargetkan tahun depan, akan membuat implemental investment seperti itu, bertahap. Kalau sekaligus investasi se Kuningan, bisa membutuhkan dana Rp100 miliar sampai Rp150 miliar.
“Mungkin tahun depan kita plot Rp5 miliar, sifatnya pemeliharaan atau maintenance. Kalau investasi baru harus menggandeng investor. Seperti untuk kerjasama dengan Kabupaten Indramayu nanti,” katanya
Untuk berjalannya investasi dana sendiri PAM, maka Ia memaksakan efisiensi internal dari biaya operasional yang sampai tembus 80% dari pendapatan kotor Rp65 miliar. Efisiensi tentu dilakukan untuk biaya memperbaiki jaringan tua. Sekarang bocor terus. Ada tekanan sedikit saja, bocor.
Disamping adanya infrastruktur PAM yang tidak kuat menghadapi water hammer. Dimana ada udara didalam pipa beradu, akhirnya tekanan menghantam pipa tua. Akibatnya bocor, pipa jaringan harus diganti.
“Tapi strateginya harus investasi bertahap, setiap tahun kita alokasikan Rp5 miliar,” janji Ukas./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.