INILAHKUNINGAN- Disebut terus gagal bayar sekitar Rp94 miliar Tahun 2022, Bupati Kuningan H Acep Purnama angkat bicara.
“Saya tidak mau disebut gagal bayar, ini tunda bayar,” ucap Bupati Acep, disela meninjau Objek Wisata Side Land Desa Kaduela, Kamis (12/01/2023), kepada InilahKuningan

Ditegaskan, soal tunda bayar itu, pasti dibayar. Diakui ada ketidakcapaian pendapatan yang dicadangkan. Banyak kendala. Termasuk Covid 19 tidak mudah seperti dibayangkan. Contoh pariwisata, lebih ramai sebelum Covid 19. Covid telah meluluhkantahkan sendi kehidupan. Akhirnya, banyak simpanan keuangan terpakai. Kalau sebelum covid, bisa mennyimpan cadangan keuangan.

Alasan lain, karena berbagai kebijakan serba mendadak. Sedangkan, kalau hitungan tentu harus ada kandungan. Ini program ada, tapi kandungannya harus dialihkan ke sektor lain.

Maka untuk pencapaian pendapatan daerah, ada perubahan kebijakan. Pertokoan siliwangi semula barisan timurnya akan dibongkar, tidak diperpanjang kontrak, akhirnya dikontrakan kembali selama 10 tahun. Meskipun awalnya diminta 20 tahun, tapi ada keberatan-keberatan pemilik toko.
“Akhirnya dikontrakan lagi 10 tahun. Harus dibayar 2 kali. Kita harus terima kenyataan,” katanya

Kemudian, Kuningan tidak dapat dana DID dari pusat. Potensi anggaran idol yang harusnya dikejar, tapi tidak berhasil. Akibatnya, ketika dikalkulasikan masih kekurangan uang.

“Tapi kami bertanggungjawab. Yang namanya hutang, sampai akhirat harus dibayar,” tegas bupati

Waktu pelunasan tunda bayar, juga tentu dibatasi di Tahun 2023. Prosesnya tengah dalam pengalihan ke APBD 2023 dengan pola item penatausahaan anggaran. Ini supaya tidak melanggar aturan, sesuai aturan.
“Kami buat lagi peraturan bupatinya. Tapi anggaran 2023 baru bisa dipakai untuk pelunasan tunda bayar setelah audit BPK RI bulan ketiga,” katanya

Bupati beralasan semua terjadi karena kesibukan. Tifak terantisipasi. Ia tidak menyalahkan para kepala SKPD. Kalau ketika waktunya hari H ada perubahan anggaran, mungkin bisa diantisipasi. Tapi ini terjadi sudah November 2022, jadi tidak mungkin terantisipasi. Sudah selesai tahun anggaran.
“Tapi saya yakinkan, saya optimis selesai. Tinggal waktunya saja. Mohon sabar,” pinta bupati./tat azhari