Ii Wasita Pimpin MRA DMI Kuningan, Siapkan 9 Program Strategis, Berikut Rinciannya!
INILAHKUNINGAN- Rapat Kerja (Raker) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kuningan, di Villa Al Barokah Palutungan, melahirkan Badan Otonom baru DMI Kuningan. Ialah MRA-DMI (Masjid Ramah Anak – Dewan Masjid Indonesia).
Kelahiran Unit MRA-DMI sebagai Badan Otonom baru DMI Kuningan, aneka aktifitasnya telah dirintis PD DMI Kuningan sejak tahun 2023. Hal itu diakui Ketua Bidang Perempuan DMI Ani Sarmaningsih, S.Pd. AUD., M.Pd.
Menurut dia, segmen penting di kemasjidan itu adalah komunitas anak yang berdasar regulasi DMI secara nasional, di DMI Kuningan telah berlangsung Gerakan Masjid Ramah Anak melalui Support Manajeman Masjid yang ramah anak dan Gerakan Shalat Shubuh 1000 Anak Usia Dini yang dihadiri Tim PP DMI utusan Jusuf Kalla; Dr. Hj. Maria Ulfa, Prof. Hj. Kustini & Dr. Hj. Ida.
Raker DMI sendiri berlangsung segar, sekalipun dengan tahapan waktu yang panjang sejak pembukaan pukul 08.00 s.d. 15.30 WIB. Apalagi dihiasi program doorprize, diantaranya ada doorprize 7 ayam jago berkah DMI. Turut hadir, Bupati Kuningan DR H Dian Rachmat Yanuar dengan 135 peserta dari PD DMI, PC DMI dan 3 Badan otonom DMI (BKMM-DMI, Korp Mubalighah DMI, Ikatan Khatib DMI).
Setelah pembentukan MRA DMI, secara khusus digelar Komisi MRA-DMI sebagai badan otonom baru. Dimana berdasarkan draft Panduan MRA dan 21 calon personal MRA-DMI dengan aklamasi PD DMI sepakat memilih Dra Hj Ii Wasita, MHum. sebagai Ketua MRA-DMI Kuningan 2026-2028.
Musyawarah Komisi MRA yang dipandu Ketua Bidang Perempuan DMI Ani Sarmaningsih, S.Pd. AUD., M.Pd. dan Wakil Sekretaris PD DMI Lilis Lismaya, M.Pd., berlangsung dinamis dalam nuansa dialog yang penuh dengan keakraban, dengan peserta khusus yang sebelumnya terpadu dalam komunitas BBM-SSB (Bersih-Bersih Masjid & Shalat Shubuh Berjamaah) dari DMI, BKPRMI, dan GOW.
Dinyatakan Lilis, bahwa Ibu Hj. Ii Wasita dipandang tepat sebagai ketua MRA-DMI sehubungan beliau memiliki semangat cinta masjid dan memiliki kompetensi dalam manajeman lembaga/organisasi, sebagaimana background akademisinya pernah mengelola Prodi Bahasa Inggris UNIKU.
Apresiasi juga dari ketua PD DMI Kuningan, Dr. Ugin Lugina, M.Pd. bahwa ibu Hj. Ii Wasita, memiliki banyak prestasi dalam aktifitas di pendidikan. Baik semasa mengemban amanah sebagai kepala SMAN 1 Ciawigebang dengan dinamisnya dalam mengawal aktifitas peserta didik, maupun sebelumnya sebagai kepala SMAN 1 Pasawahan pernah berhasil membangun masjid di lingkungan sekolah.
“Mudah-mudahan, Lembaga otonom MRA-DMI Kuningan yang dipimpin Ibu Hj. Ii, yang dikawal wakil ketua Om Yudis, Sekretaris ustadz Imam Anshori & teh Mira, bendahara teh Titin Suhartini,M.Pd. & Teh Linda Indrawati, S.Ag. menjadi energi baru yang semakin menguatkan makmurnya masjid-masjid di Kabupaten Kuningan,” harap Dr Ugin Lugina, didampingi Ketua Panitia Raker Dr Dadang Solihat
Pengurus MRA-DMI Kuningan, menurut sekretaris PD DMI Kuningan Ano Sutarno, M.Pd. dalam proses peng-SK-an dengan staffing personalianya yang terpadu dari sejumlah unsur yang fokus pada pengawalan kondisi masjid yang ramah anak. Rencananya akan dilantik pada Bulan Juni 2026 oleh Ketua PD DMI Kuningan dalam momentum Milad DMI ke-54 tahun di Taman Gazebo Lengkong milik Bunda Hj. Rini Sujianti, SE., MM. Ketua Dewan Majelis Ekonomi DMI yang juga Ketua GOW Kab. Kuningan.
Hj. Ii Wasita melalui pertemuan perdana dengan calon Pengurs MRA-DMI di Aula DMI menyatakan, bahwa MRA (Masjid Ramah Anak) itu program besar dan mulia, di samping berlangsung dalam area masjid sebagai baetullah (rumah Allah) yang harus menjadi kebanggaan juga bagi anak-anak, juga berhubungan dengan dunia anak yang harus terpadu pengawalannya di lingkungan masjid sebagai lingkungan pendidikan non formal, serta secara khusus bagian tak terpisahkan dengan perjuangan Kabupaten Layak Anak (KLA) sebagai program dalam naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.
Ii Wasita mendorong semangat para calon pengurus MRA-DMI dengan memohon dukungan PD DMI, untuk merealisir program kegiatan yang merujuk pada 9 point Program General MRA- DMI Kuningan, yakni:
- Perumusan dan penggandaan Panduan Masjid Ramah Anak
- Sosialisasi dan Gerakan Program Masjid Ramah Anak ke unsur DKM dan Pengelola kegiatan anak di lingkungan masjid.
- Diklat manajeman Program Masjid Ramah Anak
- TOT (Training of Trainer Program Masjid Ramah Anak)
- Pembinaan Program Masjid Ramah Anak
- Study Banding Program Masjid Ramah Anak
- Panen Karya Program Masjid Ramah Anak
- Penilaian Masjid Ramah Anak
- Gebyar Masjid Ramah Anak dan Pemberian Reward / Penghargaan
Hj. Ii Wasita menjelaskan lebih lanjut, sejalan program induk di atas, yang akan dibahas dalam raker MRA-DMI, tahap pengembangan MRA itu:
- Tahap MAU: Pengurus masjid dan jamaah memiliki kemauan, kesadaran, dan komitmen untuk menjadikan masjid ramah terhadap anak, serta menghentikan perilaku yang mengusir atau membentak anak-anak.
- TahapMAMPU: Masjid didukung oleh sarana prasarana yang memadai dan aman, seperti tempat wudhu yang terjangkau, toilet bersih, adanya tempat bermain/membaca, serta menyediakan kegiatan yang melibatkan anak-anak.
- Tahap MAJU: Masjid yang telah menerapkan standar ramah anak, konsisten, dan melakukan inovasi berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan religius yang menyenangkan bagi anak./tat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.