INILAHKUNINGAN- Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024 dimaknai strategis DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Merangkul Smartfren Community Kuningan, mereka menggulir seminar bertajuk “Menggali Prestasi Wujudkan Mimpi, Senin (06/05/2024) di SMK 2 Muhammadyah Kuningan.

Seminar diikuti puluhan siswa. Tampil sebagai Keynote Speaker Kepala Sekolah SMK 2 Muhammadyah Ridwan Hadi Santoso, Narasumber Ketua KNPI Kuningan Bung Ahmad Jayadi dan Sekjen Bung Nunu.

“Momentum hardiknas diharapkan mampu menjadi pelecut semangat untuk peserta didik agar lebih giat belajar. Karena bagaimanapun merekalah calon pemimpin-pemimpin masa depan bangsa. Kami merasa bangga karena sekolahnya dipilih oleh DPD KNPI Kuningan X Smartfren Community Kabupaten Kuningan untuk mengadakan event ini,” ungkap Ridwan Hadi Santoso, Kepala Sekolah SMK 2 Muhammadyah Kuningan, usai seminar, kepada InilahKuningan

X Smartfren Community Kuningan, Asep Iman Purnama berkomitmen, akan terus bersinergi dengan berbagai pihak khusus kepada DPD KNPI Kuningan untuk terus menanam bibit-bibit positif melalui berbagai event. Ini merupakan bentuk realisasi panca garda Smartfren, khususnya garda stabilitas.

“Ini merupakan realisasi dari panca garda Smartfren. Yaitu garda stabilitas. Yang merupakan edukasi kepada generasi muda untuk memanfaatkan internet secara positif dan kreatif dalam rangka literasi digital. Inilah bentuk komitmen Smartfren 100 persen untuk Indonesia,” jelas dia

Ketua DPD KNPI Kuningan, Bung Ahmad Jayadi, berpesan kepada peserta didik untuk memiliki kemauan tinggi, gali potensi diri baik itu di dalam akademik dan non akademik. “Mari mencoba habiskan masa gagal di waktu muda. Jangan takut mempunyai cita-cita tinggi. Sebab cita-cita inilah yang akan menjadi bahan bakar untuk untuk memahat masa depan lebih baik,” pesan Bung Ahmad Jayadi

Sekjen DPD KNPI Kuningan, Bung Nunu menambahkan, pendidikan hari ini bukan hanya mendidik bagaimana memintarkan siswa saja, namun bagaimana pendidikan hari ini bisa menumbuhkan karakter siswa yang memiliki keinginan untuk menggali potensi,  menggapai sebuah prestasi sebab pintar saja tidak cukup harus dibarengi dengan keinginan yang tinggi.

“Anak muda belajar bagaimana membuat keputusan yang baik dengan membuat keputusan, bukan dengan mengikuti arahan,” pungkasnya./tat azhari