INILAHKUNINGAN- Mantan Politisi Senior PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, yang kini menjabat Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kuningan, H Abidin kembali bersuara keras. Mengawali komentarnya, Ia sangat mengapresiasi eksekutif telah berupaya keras untuk menyelesaikan hutang Gagal Bayar APBD 2022. Baik kepada guru, ASN, hingga pihak ketiga.

“Tapi gagal bayar APBD, jelas akan merusak perekonomian masyarakat Kuningan. Meskipun saat ini tahapan pembayaran tengah ditempuh. Saya berharap skema pembayaran benar-benar dilaksanakan sesuai waktu janji eksekutif. Yaitu April 2023,” tandas H Abidin, Jum’at (24/2/2023), kepada InilahKuningan

Abidin yang pernah menjabat Anggota DPRD Kuningan Fraksi PDIP Periode 2004-2009 itu, juga mengapresiasi terbentuknya Pansus Tunda Bayar DPRD Kuningan. Ia berharap pansus tetap maksimal, menemukan akar permasalahan hingga terjadi gagal bayar. Juga dapat mencari solusi agar tahun anggaran berikutnya tidak terulang kesalahan sama.

“Walaupun bagaimana saat ini, pansus sudah menjadi sorotan publik. Sehingga harus benar-benar bekerja ekstra untuk menyelesaikan persoalan ini,” tandasnya

Gagal Bayar APBD 2022, jelas akan menggerogoti APBD 2023 karena harus dirasionalisasi. Padahal sudah di perdakan. Rasionalisasi dipastikan akan memangkas, bahkan menghilangkan banyak kegiatanTahun 2023.

“Kita harus bisa lihat plasback ke belakang, Tahun 2022 kemiskinan di Kuningan di angka 13,10%, laju pertumbuhan ekonomi 3,5%, PRDB (Produk Regional Domestik Bruto) 1.200.000, dan pengangguran 11,90%. Ini akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi pada 2023 ke 2024,” papar Abidin.

Persoalan tersebut, kata dia, menjadi PR bersama antara eksekutif dan legislatif. Maka itu, kasus gagal bayar ini harus jadi cerminan untuk solusi ke depan bagaimana perekonomian di Kabupaten Kuningan menjadi lebih baik.

“Jadi, pansus harus eksis dan konsisten sesuai fungsi tugas pokok anggota dewan, pengawasan, budgeting dan legislasi. Kalau masalah masuk angin atau tidak, nanti akan lebih kelihatan dalam outcome seperti apa,” pungkas Abidin./muh