DP2KBP3A Kuningan Salurkan Zakat Mal Bagi Keluarga Stunting

oleh -

INILAHKUNINGAN- Apel Selasa pagi (24/1) Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kuningan, tampak berbeda. Diantara peserta apel, tampak beberapa orang ibu, sebagian bahkan menggendong anaknya. Mereka turut serta menjadi peserta apel.

Ternyata, para ibu ikut apel adalah keluarga stunting. Mereka menerima santunan berupa makanan tambahan sebagai bentuk intervensi penanganan stunting. Paket makanan tambahan ini disalurkan oleh UPZ (Unit Penyalur Zakat) DPPKBP3A Kabupaten Kuningan yang berasal dari zakat mal pegawai DPPKBP3A Kabupaten Kuningan.


Secara simbolis paket makanan tambahan ini diberikan Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Trisman Supriatna didampingi Sekdis dan para kabid lingkup DPPKBP3A.

“Hari ini kita salurkan 80 paket makanan tambahan untuk keluarga stunting di Kecamatan Cigandamekar dan Kecamatan Kuningan yang memiliki kasus stunting paling tinggi,” terang Kepala DP2KBP3A Kuningan, Trisman Supriatna, kepada InilahKuningan

Kata Trisman, ini bentuk kepedulian pegawai DPPKBP3A kepada permasalahan daerah yang sedang dihadapi. “Kami sebagai anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kuningan merasa punya kewajiban untuk ikut berpartisipasi secara nyata. Mungkin dalam kondisi prihatin seperti sekarang ini tidak seberapa yang dapat kami berikan, tetapi jika diikuti oleh rekan-rekan dari dinas lain, sepertinya akan menjadi daya ungkit luar biasa bagi Kuningan dalam upaya menurunkan angka stunting. Penyelesaian stunting itu tidak bisa mandiri, harus ada kolaborasi dari berbagai pihak,” katanya

Hasil penimbangan bayi atau e-PPBGM menunjukkan bahwa prevalensi stunting Kuningan tahun 2022 meningkat 1,2% dari tahun 2021. Tetapi fluktuasi ini menunjukkan kondisi real time sehingga lebih mudah bagi pemerintah daerah untuk melakukan intervensi gizi spesifik dan intensif untuk mencegah kasus stunting terjadi.

Maka dari program penanganan stunting terluncur, Kuningan termasuk kabupaten dengan prevalensi stunting 7 terendah di Jawa Barat. Bahkan Kuningan pada tahun 2022 memperoleh penghargaan terbaik tingkat nasional untuk kategori Audit Kasus Stunting se-Indonesia.

“Mudah-mudahan gerakan kecil ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk memberikan intervensi gizi spesifik kepada sasaran yang tepat dan sudah jelas by name by adressnya,” harap Trisman./tat azhari

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan