INILAHKUNINGAN- Kabag Barjas Kuningan H Tito Palapa Nusanto menanggapi dingin tudingan terjadinya konspirasi jahat membatalkan pemenang tender Rehabilitasi Jalan Objek Wisata Ipukan Kuningan Rp500 juta APBD Tahun 2022 milik CV Razaak Karomah. Ia justru menyayangkan, pengusaha menempuh jalur koordinasi.

Kata Tito, pembatalan pemenang lelang sudah lumrah terjadi. Sebab ada 2 pernyataan pemenang. Yaitu pemenang tender dalam sistem dan pemenang berkontrak. “Razak Karomah ini, baru pemenang tender system, belum menang berkontrak,” jelas Tito, di kantornya, Selasa (11/08/2022), kepada InilahKuningan

Kejadian ini, termasuk salah satu etika pengadaan. Yaitu efektif, efisien, transfaran, bersaing. Bentuk transfaran di LPSE. Bisa dibuka dan dilihat. Jadi tidak ada alas an mekanisme tidak prosedur. Ketika diumumkan lelang dibatalkan. Kalau ada pelaku usaha keberatan, beralasan tidak ada pemberitahuan, sebenarnya di system itu sudah support semua. Akuntabel.

“Mana ada, LPSE ditutup-tutupi. Semua sudah terbuka. Open semua,” tegas Tito
Jika masih ada kekurangan, Ia minta diinformasikan. Pasal, system di PPK, pokja, pelaku usaha itu kamarnya beda-beda. Yang pasti, barzas sudah prosedural. Kalau ada alasan email tidak masuk, bisa di cros cek.

“Tapi apapun, pengaduan itu bagus sebagai masukan bagi kami. Dan, saya sudah koordinasi dengan PPK dinas PUTR, Pak Teddy, bahwa betul ada perubahan spesifikasi teknis pekerjaan. Bukan spesifikasi penawaran yah,” ujar dia

Perubahan terjadi ketika masa evaluasi. Dimana PPK memberi kabar lisan, agar lelang ditahan dulu karena ada perubahan spesifikasi teknis di lapangan. Tapi di sistem, tetap berproses. Tidak bisa di cancel, harus menunggu proses system selesai sampai muncul pemenag tender.

Yang bisa eksekusi proses, bukan di pokja barzas, tapi di PPK pada dinas PUTR.
“Jadi betul di system kami (barzas,red) sudah menang tender, tapi untuk menang kontrak tidak dilanjutkan karena ada perubahan itu. Itu ranahnya PPK,” aku Tito

Tito mengaku perubahan juga telah disampaikan ke pengusaha via email. “Masalahnya, mungkin info pembatalan lelang gak nyampe. Alasan pembatalan di system juga sebenarnya ada, karena PPK, pokja saling support,” katanya

Karena status akhir dalam system tender ulang, Ia sarankan CV Razaak Karomah kembali ikut lelang. “Masih bisa ikut lelang lagi. Jangan riweuh begini. Lagipula, kalua ada kekurangan koordinasikan dulu. Sejauh ini, pengusaha tidak ada koordinasi ke kita. Tiba-tiba sudah ke publik,” sesal Tito./tat azhari