BUMDes Jagara Kuningan Dituding Anak Emas Jaswita, Ini Penegasan Kades Umar!
INILAHKUNINGAN- Selain Manajer PT Jaswita selaku Pengelola Objek Wisata Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Fifih Handayani, yang membantah tudingan tidak adil memberikan perhatian kepada 8 desa penyangga, Kepala Desa Jagara Umar Hidayat yang juga dituding mendapat keistimewaan, akhirnya ikut angkat bicara.
Umar Hidayat menegaskan, bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama PT Jaswita murni hanya sebagai mitra bisnis. Ia mengajukan penanaman modal, bukan untuk menerima fasilitas gratis dari pengelola Objek Wisata Waduk Darma. Yaitu PT Jaswita maupun Pemerintah Provinsi Jabar.
“Jadi tidak ada kami di anak emaskan, atau mendapat perhatian istimewa,” kilah Umar Hidayat
Terkait tuntutan Desa Cikupa, tentu Ia sangat mendukung hal itu. Meskipun diakui dia, 7 desa penyangga lain termasuk Desa Jagara, yang sebelumnya akan bergabung, tidak bias hadir dalam unjuk rasa.
“Yang pasti, aspirasi Desa Cikupa sudah mewakili harapan seluruh masyarakat desa-desa penyangga di kawasan Waduk Darma,” ujar dia
Umar menilai tuntutan Desa Cikupa agar PT Jaswita membuka ruang usaha bagi desa penyangga adalah hal wajar dan merupakan hak masyarakat. “Itu hak. Tinggal kewajiban Jaswita menanggapi tuntutan itu,” ujar Umar Hidayat lagi

Sebagai Kepala Desa Jagara, Ia hanya ingin meluruskan persepsi bahwa Desa Jagara memonopoli bisnis bersama Jaswita, dengan menerima aset pemerintah. Ditegaskan, BUMDes Jagara hanya memegang status mitra kerjasama untuk wahana tertentu, di mana asetnya adalah milik BUMDes sendiri hasil dari penyertaan modal desa. Seperti skuter, ATV, dan mainan anak-anak.
“Itu modal kami sendiri, aset BUMDes, bukan aset Jaswita atau pemerintah,” tegas Umar Hidayat.
Ia merinci bahwa aset-aset vital milik pemerintah seperti gazebo, food court, dan dermaga perahu wisata tetap dikelola penuh oleh PT Jaswita, bukan oleh BUMDes Jagara. Bahkan, kerja sama pengelolaan wahana milik BUMDes tersebut harus diperbarui kontraknya setiap tahun.
Untuk membuktikan bahwa desanya berjuang keras dalam berusaha, Ia membeberkan data investasi yang disuntikkan pemerintah desa ke BUMDes.”Kami mulai dari nol. Tahun 2022 penyertaan modal Rp 12,7 juta, tahun 2023 Rp 25 juta, tahun 2024 Rp 100 juta, dan tahun 2025 ini Rp 216 juta. Jadi kami menyuntik modal terus, bukan diberi,” paparnya.
Hasil dari investasi mandiri tersebut, BUMDes Jagara mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) yang signifikan. Tercatat pada tahun 2023 menyumbang Rp 60 juta, naik menjadi Rp 148 juta di 2024, dan ditargetkan mencapai Rp 548 juta pada tahun 2025./tat azhari



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.