INILAHKUNINGAN- Desakan Pansus Gagal Bayar APBD Kuningan Tahun 2022, terus menguat. Guna memastikan, 5 fraksi mendatangi Wakil Ketua DPRD Kuningan H Ujang Kosasih, di kantornya, Kamis (9/2/2023).

Meski tanpa kehadiran fraksi PKB yang juga mengusulkan pansus, mereka kompak menanyakan tindak lanjut surat usulan pembentukan pansus dari 7 fraksi, yang bolanya kini ada pada pimpinan DPRD.

Tampak hadir Ketua Fraksi PPP dr H Toto Taufikurohman Kosim, Ketua Fraksi Golkar H Yudi Budiana, Wakil Ketua Fraksi PKS Dede Sudrajat, Wakil Ketua Fraksi Gerindra Bintang Deki Zainal Mutaqin, dan Ketua Fraksi Demokrat H Toto Hartono.

“Hari ini kami datang ke salah satu unsur pimpinan DPRD, Pak Ujang ini dalam rangka untuk menanyakan sejauh mana tindak lanjut dari surat-surat kami terkait usulan pembentukan pansus Gagal Bayar APBD 2022 yang telah kami layangkan. Kita ingin pansus ini segera dibentuk agar isu ini tidak liar kemana-mana,” ungkap H Yudi Budiana

Menurut Yudi, kedatangannya ke ruang Wakil Ketua DPRD H Ujang Kosasih agar juga tidak ada polemik. Sehingga persoalan gagal bayar ini segera dapat diselesaikan dengan baik.

“Yang penting substansinya adalah keinginan kami untuk pimpinan DPRD menindaklanjuti surat yang telah kami layangkan,” ucap Yudi, tegas

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD H Ujang Kosasih MSi menjelaskan, sebenarnya surat yang dilayangkan dari fraksi-fraksi sudah dijawab oleh Ketua DPRD Nuzul Rachdy SE saat menggelar jumpa pers di kediamannya beberapa waktu lalu. Surat usulan pembentukan Pansus Gagal Bayar dari 5 Fraksi tersebut, ialah Fraksi Golkar, Fraksi PPP, Fraksi Gerindra-Bintang, Fraksi PKS dan Fraksi Demokrat, semuanya sudah diterima oleh Ketua DPRD.

“Sebenarnya surat tersebut sudah diterima oleh Ketua DPRD dan sudah mendisposisi kepada sekretariat untuk segera dijadwalkan. Saya tidak mau mengulang hal itu, karena itu sudah semua disampaikan oleh Pak Ketua (Nuzul Rachdy, red),” kata Ujang

Yang ingin ditegaskannya, kata Ujang, Ia telah menerima perwakilan 5 Fraksi bertemu di ruanganya untuk mempertanyakan bagaimana nasib surat usulan fraksi-fraksi yang beberapa hari lalu telah dilayangkan ke pimpinan. Ia memastikan surat tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan segera menggelar Rapat Pimpinan (Rapim).

“Insya Allah besok akan dilaksanakan Rapim sesuai dengan surat yang sudah dikirimkan oleh Pak Ketua DPRD. Salah satu agenda Rapim itu pasti kita akan bahas tentang tindak lanjut surat usulan untuk dibawa ke Badan Musyawarah (Banmus),” jelas Ujang, seraya mengatakan dirinya tidak ikut Rapim sebelumnya karena sedang sakit.

Terkait adanya isu Fraksi PKB mencabut surat usulan pembentukan Pansus Gagal Bayar, Ujang langsung membantahnya. Ia mempersilahkan para wartawan untuk memastikan hal tersebut ke pihak Sekretariat DPRD, apakah surat dari Fraksi PKB masih ada atau tidak.

“Saya jawab apa saja kalau faktanya surat itu tidak ada, berarti dicabut. Sebaliknya, kalau surat itu masih ada, berarti percuma saya ngomong juga. Silahkan tanya ke Sekretariat, saya yakin masih ada. Karena PKB gak pernah nyabut surat itu. Apa lagi?. Kan begitu,” tegasnya.

Ia kemudian mengungkapkan, setelah fraksi-fraksi mengirimkan surat, diakuinya surat tersebut Ia sendiri sebagai salah satu unsur pimpinan yang menerimanya langsung di ruang banggar. Hanya saja Ia tidak bisa mengambil keputusan langsung saat itu karena yang hadir di rapat banmus hanya dirinya sendiri.

“Dalam Rapat Banmus ketika itu yang hadir cuma saya sendiri, jadi saya tidak bisa memutuskan saat itu. Saya tidak elok, tidak mematuhi fatsun kalau kala itu saya memutuskan sendiri. Jadi, saya meminta kepada fraksi-fraksi untuk bersabar karena ini surat akan saya sampaikan ke Ketua DPRD,” kata Ujang

Ia mengajak kepada semuanya untuk mengedepankan husnudzan karena semua anggota dewan tidak hanya mengurusi DPRD, semua memiliki kesibukan lain juga yang harus sama-sama berjalan.

“Untuk besok Rapim, saya Insya Allah hadir. Saya pastikan hadir. Suratnya jam 9. Kalau teman-teman wartawanpenasaran, ya jam 9 saja besok standby di sini,” ajak Ujang, dengan menambahkan Ia tidak tahu kalau pimpinan yang lain akan hadir atau tidak. (muh)