INILAHKUNINGAN- Keluh kesahnya terkait air bersih, tidak digubris Developer PT Bhakti Arta Mulya, warga Perum Grand Amelia Desa Kedung Arum dan Desa Gerba, Kabupaten Kuningan, bergolak. Puncaknya, mereka beraksi menyegel Proyek Grand Amelia 2 yang terletak di tahap 11.

“Dari awal berdiri sudah banyak keluhan warga, utamanya masalah pengairan. Tapi pengembang cuek. Maka terpaksa hari ini proyek Grand Amelia 2 kami segel,” ujar ketua RT, yang enggan namanya dipublikasikan, nada kesal, usai penyegelan, Rabu (22/5/2024), kepada InilahKuningan

Penyegelan ditunjukan sebagai bukti, bahwa tuntutan warga serius, mohon ditindak lanjuti. Ditegaskan, warga tidak cari masalah, melainkan mencari solusi tapi pihak pengembang tidak menggubris keluhan warga.

Sejujurnya tuntutan warga cukup sederhana. Yaitu sediakan sarana air bersih yang memadai untuk kebutuhan warga sehari-hari. Namun jauh panggang dari api, pengembang proyek abai terhadap keluhan warga.

“Sejak tinggal di sini dari Januari 2023 sampai sekarang masalah air diabaikan oleh pengembang. Padahal kami melalui RT, RW sabar dan kooperatif menyampaikan kepada pihak pengembang. Tapi jawabanya hanya diusahakan saja,” timpal Tokoh Pemuda Perum Grand Amelia, Ageng Sutrisno

Seperti diketahui, air bersih di Perum Grand Amelia menggunakan sumur bor yang disediakan pengembang. Namun pelayanannya sangat buruk. Bisa jadi paling buruk selama pengembang menyediakan layanan pengairan warga.

“Tolong pemerintah dan aparat kepolisian mengkaji ulang izin operasional pengembang ini, jika dirasa memang merugikan masyarakat bisa dikenakan sanksi. Benar, kuningan butuh investasi tapi bukan investasi yang abai terhadap warga,” tandas Ageng

Sebenarnya, pelayanan sangat buruk seperti ini, tidak hanya merugikan warga, tapi juga merugikan pengembang. Warga bisa menilai pengembang mana yang layak untuk dipilih produk dan layanannya, tentu dengan kualitas yang baik. Jika pengembang sadar akan strategi pemasaran dan pelayanan seharusnya bisa diselesaikan segera.

“Selain itu, dominan  produk perumahan ini adalah subsidi, jadi ada uang rakyat yang diamanahkan disitu. Pihak perbankan juga bisa menilai perusahaan mana yang layak mendapat fasilitas subsidi dari pemerintah dalam pelaksanaanya untuk pelayanan masyarakat. Nampaknya jika memang benar tidak bisa amanah dalam menyalurkan program subsidi bisa dilakukan audit karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tandas Ageng lagi.

Saat dikonfirmasi, Manajer Perum Grand Amelia Kuningan, Andi, mengaku sedang ada di Kabupaten Majalengka. “Nanti bisa dijelaskan di kantor ya mas, dengan tim project. Saya lagi di Majalengka. Nanti bisa ketemu dengan orang project aja ya,” ucap Andi, singkat. /tat azhari