SAMPAH adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan dari proses alam yang berbentuk padat. Laju produksi sampah semakin meningkat karena pola kunsumsi masyarakat. Sampah sudah menjadi problematika yang umum di masyarakat. Karena kurangnya kesadaran akan peduli lingkungan, sampah yang belum terurai berpotensi menumpuk dan mencemari lingkungan.

Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga mendefinisikan sampah rumah tangga sebagai sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sampah rumah tangga adalah salah satu isu lingkungan yang utama dibanyak wilayah, baik di perkotaan ataupun di pedesaan.

Pertumbuhan populasi dan peningkatan konsumsi menghasilkan lebih banyak sampah yang sering kali tidak dikelola dengan baik. Sampah rumah tangga terdiri dari berbagai jenis seperti plastik, kertas, sisa makanan, logam, dan kaca. Pertambahan penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat serta perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi penyebab bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah semakin beragam.

Mahasiswa STKIP Muhamadiyah kuningan yang beranggotakan 2 orang, yaitu Aneu Ika Aulia dan Dina Lutfiyani dari prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) telah melaksanakan observasi di TPS 3R yang berlokasi di desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan. TPS 3R ini sudah berdiri sejak tahun 2016 dan dikelola oleh Bapak Ahmadi yang merupakan warga dari desa tersebut.

Sampah-sampah yang dibuang ke TPS 3R merupakan sampah yang berasal dari 2 kampung atau dusun, yakni dusun Cibogo Kliwon dan dusun Puhun. Pengambilan sampah dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu dengan menggunakan motor sampah, dan sampah yang diangkut kurang lebih 10 motor dalam seminggu dengan satu motornya memuat 4 kuintal sampah.

Sampah rumah tangga yang dibuang ke TPS 3R ini merupakan sampah yang masih tercampur antara sampah kering dan sampah basah, jadi sampah ini tidak dipilah terlebih dahulu dari masing-masing rumahnya. “Saya berharap adanya kerjasama dan kesadaran dari setiap warga agar dapat mengelola sampah rumah tangganya dengan baik, salah satunya yaitu dengan memilah terlebih dahulu sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan terakhir. Karena saya disini hanya bekerja sendiri, jadi hal itu sangat membantu saya dalam proses pengolahan sampah di TPS 3R ini” ujar Pak Ahmadi selaku pengelola TPS 3R.

Pengolahan sampah di TPS 3R ini dimulai dengan memilah dan memilih terlebih dahulu sampah. Sampah plastik biasanya akan dibakar, sedangkan sampah basah seperti sisa makanan akan diberikan ke hewan ternak yang ada di sekitar tempat sampah. Maka dari itu, pengelolaan sampah rumah tangga sangat penting dilakukan agar dapat membantu mempercepat proses pengolahan sampah di TPS.**