Bantah “Bodong”, Diskanak Tegaskan Proyek Sapi Sesuai SOP

oleh -
Caption: Tim Disnakan memeriksa spek sapi sebelum disalurkan ke kelompok penerima

INILAHKUNINGAN- Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kuningan, membantah keras bantuan sapi disebut bodong. Sebab, pengadaan bantuan sudah jelas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Saya pengadaan bantuan sapi, sudah jelas SOP, Mulai verifikasi kelompok, ajuan proposal kelompok, pengukuhan kelompok, sampai pengadaan barang jasa, kita laksanakan. Semua ada bukti, termasuk foto-foto. Jadi kalau dinas, betul sudah menyalurkan. Tidak bodong,” jelas Kabid Peternakan Disnakan Kuningan. Lia Dmiyawati, Selasa (14/09/2021), kepada InilahKuningan  






Pada saat ternak sudah diperiksa speknya, yang dibuktikan foto fotonya, selalu di cek juga jumlah, jenis dan tingginya. Setelah lengkap dan sesuai, baru penyedia menyalurkan ke kelompok.

BACA JUGA :  PDIP Klaim Pokir Ternak Sapinya Aman, Hari Ini, Komisi II DPRD Panggil Diskanak

Penyedia, dalam hal ini diskanak, tidak akan mencairkan dana, kalau ternak untuk kelompok tidak sesuai spek. Tapi karena sesui semua, dana cairkan. Baru dikirimkan ke kelompok.

“Kelompok pada saat menerima menandatangani. Ada berita acara. Naskah perjanjian hibah juga di tandatangani kelompok. Termasuk tandatangan surat pernyataan, bahwa kelompok tidak boleh memindahtangankan, tidak boleh menjual. Harus taat aturan dinas,” papar Lia

BACA JUGA :  Gerindra “Tantang” Aparat Cek Proyek Sapi Pokirnya Di Kelompok

Ia tentu tidak mau ternak bantuan, yang sudah diterima kelompok itu hilang. Sesuai aturan, tujuan, ternak harus berkembang. Sesuai jenis bantuan, ternak ada 2 macam. Ada penggemukan ada pembiakan. Bicara penggemukan, kalau sudah 3 bulan waktunya dijual ada keuntungan, harus dibelikan lagi sesuai jumlah awal, atau sesuai spek awal. Kelompok hanya boleh memakan untung penjualan.

BACA JUGA :  Kantongi Data Janggal Pokir Sapi Rp9 Miliar, Pekat IB Koordinasi Ke Polda Jabar

Kalau pembiakan, misal ternak betina jumlahnya tidak boleh hilang, harus beranak. Kalau anaknya mau dijual silahkan, tapi induknya harus tetap ada.

“Yang jelas, dinas sudah sesuai spesifikasi teknis. Kita sudah penuhi aturan. Kalau ada kelompok yang jual, tidak dibelikan lagi, itu sudah diluar kewenangan kita,” tegas Lia./tat azhari  






















BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *