Angkot Protes Tidak Diberi Dana Konpensasi Lebaran, Ini Penjelasan Dishub Kuningan
INILAHKUNINGAN- Banyak sopir angkot di Kabupaten Kuningan protes, karena tidak dapat konpensasi penghentian operasional di hari Libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, guna mencegah terjadi kemacetan parah di jalanan Kota Kuningan.
Protes para sopir angkot segera direspon Kepala Dinas Perhubungan Kuningan H Mochamad Nurdijanto, melalui Kabid Angkutan dan Keselamatan Alfien Fadilah. Dijelaskan, bahwa dana konpensasi untuk angkutan umum, atau angkot sudah 2 tahun ini di Kabupaten Kuningan dan juga di beberapa kabupaten lain, sebenarnyaa hanya dikhususkan untuk kendaraan tidak bermotor, seperti delman dan becak.

“Di Kabupaten Bogor konpensasi untuk angkot memang ada. Tapi di Kuningan, tidak ada konpensasi untuk angkot, khusus untuk delman. Di Cirebon juga khusus untuk delman dan becak, Garut hanya delman, Subang delman dan becak, juga kabupaten lain, beda-beda,” papar Alfien Fadilah, Kamis (19/03/2026), kepada InilahKuningan
Untuk Kuningan, tahun 2025 lalu sesuai perintah langsung Gubernur Jabar, delman diminta untuk selama 2 minggu libur l:ebaran tidak beroperasi. Sehinga besaran konpensasinya jadi Rp3 juta/delman.
Tapi Tahun 2026 ini, karena diminta hanya 5 hari tidak beroperaasi, dari H plus 2 lebaran sampai H plus 7, jadi delman di Kuningan ini hanya dapat konpensasi Rp1 juta dengan rincian 1 hari dibayar Rp200 ribu. Anggaran berasal dari Provinsi Jabar Rp105 juta untuk jumlah 105 delman di Kuningan.
“Sekali lagi, kenapa angkot tidak dapat konpensasi, karena di Kuningan memang dikhususkan konpensasinya, hanya untuk kendaraan tidak bermotor. Kalau angkot, sudah jelas statusnya kendaraan bermotor,” jelas dia

Diakui juga, bahwa tidak semua delman di Kabupaten Kuningan dapat konpensasi. Untuk delman hias, delman yang biasa mangkal di Jalan Siliwangi depan Mesjid Agung Syiarul Islam dan Taman Kota, mereka menolak menerima konpensasi dengan alasan disaat H plus lebaran itu sedang panen cuan. Banyak masyarakat, terutama pemudik ingin menikmati wisata di Kota Kuningan, salah satunya wisata naik delman hias ini.
Selain menangani pembagian konpensasi bagi delman, Alfien Fadilah sebelumnya juga mengaku telah melaksanakan pengecekan kendaraan melaui ram cek di 5 PO bus dan 2 terminal. Pengecekan melibatkan TNI, Polri, Denpom, dinas kesehatan dan BNN. Di Ram cek, tidak hanya kendaraan dan angkutan barangnya yang dicek, tapi awak bus juga dicek kesehatannya untuk keselamatan.
“Disamping, kita juga menempatkan petugas di beberapa pos pengamanan lebaran, bersama jajaran kepolisian,” imbuhnya./tat azhari



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.