Calmara Cafe, Resto-Resort Destinasi Baru di Desa Kaduela Kaki Gunung Ciremai
INILAHKUNINGAN – Destinasi kuliner dan rekreasi baru resmi hadir di Kabupaten Kuningan. Calmara Cafe, Resto & Resort yang berlokasi di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, menawarkan konsep terpadu antara restoran, kafe, penginapan, dan ruang aktivitas kreatif dengan lanskap alam kaki Gunung Ciremai sebagai latar utama.
Posisi Calmara terbilang strategis. Lokasinya berdampingan langsung dengan objek wisata Sideland, kawasan rekreasi yang dikenal dengan kolam renang, panorama alam dari ketinggian, serta udara sejuk khas lereng Ciremai. Kombinasi ini menjadikan Calmara bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari ekosistem wisata alam Pasawahan.
Mengusung konsep kenyamanan dan ketenangan, Calmara dirancang sebagai ruang berkumpul lintas kebutuhan. Saat ini tersedia restoran dan kafe, private room, serta meeting room berkapasitas 15 hingga 30 orang. Area utama mampu menampung sekitar 70 pengunjung, ditambah gazebo outdoor dengan kapasitas serupa, sehingga cocok untuk kegiatan gathering, seni pertunjukan, hingga acara komunitas.
“Calmara kami siapkan untuk berbagai event, mulai dari gathering, pertemuan, sampai kegiatan seni seperti yang hari ini berlangsung. Konsepnya fleksibel dan menyatu dengan alam,” ujar Andi, Manajer Calmara Cafe, Resto & Resort.

Ke depan, pengembangan kawasan terus dilakukan. Sejumlah fasilitas tengah disiapkan, antara lain resort dan glamping, playground, jogging track, serta bike track. Seluruh pengembangan diarahkan untuk menghadirkan pengalaman liburan keluarga yang aktif sekaligus relaks.
Dari sisi kuliner, Calmara mengangkat potensi lokal sebagai identitas utama. Menu andalan berupa ikan bakar, dengan pilihan nila dan gurame, disajikan secara eksotis menggunakan hot plate. Bahan baku diperoleh dari petani ikan lokal Kuningan.
Selain itu tersedia menu seafood seperti udang dan cumi, serta olahan ayam dan bebek. Minuman kopi juga menjadi unggulan, dengan biji kopi hasil kolaborasi bersama petani kopi Kuningan, khususnya dari wilayah kaki Gunung Ciremai.
“Kami ingin ada kolaborasi nyata antara pengusaha, UMKM, dan petani lokal. Mulai dari ikan sampai kopi, semuanya kami upayakan dari daerah sendiri,” kata Andi.
Keunggulan Calmara semakin lengkap dengan jejaring kolaborasi wisata. Selain berdampingan dengan Sideland, pengelola juga bekerja sama dengan BUMDes Desa Kaduela serta pengelola Telaga Biru Cicereng, yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi.
Paket open trip dan wisata terpadu tengah disiapkan untuk menghubungkan kuliner, penginapan, dan destinasi alam sekitar.
Kualitas fasilitas Calmara tercermin dari kepercayaan komunitas seni.
Pada Minggu, 18 Januari 2026, Calmara menjadi lokasi evaluasi semesteran Sanggar Tari Bee Art Production, sanggar seni tari asal Kabupaten Cirebon. Puluhan penari dari berbagai jenjang usia hadir bersama orang tua, memanfaatkan area indoor dan outdoor yang tersedia.
Pimpinan Bee Art Production, Popon Nuraini, menilai Calmara sangat mendukung kegiatan seni dan edukasi. Sanggar yang ia pimpin fokus pada tari kreasi, membina anak usia 4 tahun hingga dewasa dengan sistem kelas berjenjang, dari pemula hingga mahir.
“Tempatnya nyaman, anak-anak bisa fokus, orang tua juga terfasilitasi dengan baik. Untuk kegiatan evaluasi seperti ini, Calmara sangat mendukung,” ujar Popon.

Evaluasi diikuti sekitar 58 peserta aktif, mencakup lima kelas, dibagi berdasarkan kategori skill. Yaitu peserta pemula, menengah, dan lanjutan. Penilaian dilakukan berdasarkan unsur wiraga, wirahma, dan wirasa, dengan menghadirkan dewan juri dari kalangan seniman senior.
Dengan konsep terintegrasi, kolaborasi lokal, serta komitmen pada kualitas layanan, Calmara Cafe, Resto & Resort tampil sebagai destinasi baru, yang menawarkan lebih dari sekadar kuliner. Kini di kaki Ciremai bagian utara, Wisata Desa Kaduela semakin lengkap. Ada Talaga Biru Cicerem, Sideland, Taman Kamayang, hingga Calmara Cafe. (Bubud Sihabudin)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.