Panas! Tuntut Kades Mundur, Ribuan Warga Kepung Kantor Desa Cihideung Hilir Kuningan
INILAHKUNINGAN- Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, membara. Tak puas hasil audiensi dengan aparat desanya, pada Oktober 2025, ribuan warga tumpah ruah mengepung Kantor Balai Pemerintahan Desa Cihideung Hilir, Senin (5/1/2025)
Selain massa warga membanjiri, mulai halaman desa hingga jalan raya, kepulan asap tebal menambah suasana semakin panas. Beruntung, ratusan aparat keamanan gabungan TNI, Polisi, hingga Satpol PP, telah mengawal aksi unjuk rasa warga ini sejak awal. Sehingga hingga pukul 11.00, massa masih tertib, terkendali.
Teriakan tuntutan warga agar seluruh aparat Desa Cihideung Hilir, terutama Kepala Desanya DAS mundur dari jabatannya, terus bersahutan. Mereka menduga telah banyak dana desa digunakan bukan untuk kepentingan masyarakat, tetapi untuk memperkaya kepala desa sendiri, beserta aparatnya.
Bahkan menariknya, massa memasang poster besar bergambar seorang raja bermahkota didampingi wanita cantik dengan banyak kendaraan pribadi mewahnya dengan tulisan “Kemewahan Kepala Desa Hasil Korupsi Dana Desa”.
Koordinator Lapangan Iqbal menilai persoalan tidak jelasnya penggunaan Dana Desa Cihideung Hilir bukan hanya persoalan administrasi. Tapi juga banyak program desa, tetapi tidak terlihat wujudnya di masyarakat. “Banyak dugaan-dugaan, yang dipertanyakan masyarakat. Makanya kami minta kades mundur,” tegas Iqbal, dalam orasi
Hingga pukul 11.30 unjuk rasa warga Desa Cihidenung Hilir masih berlangsung.
Sebelum unjuk rasa ini, pada 27 Oktober Tahun 2025, Kantor Balai Desa Cihideung Hilir, Cidahu, Kabupaten Kuningan, juga disambangi ratusan warga dalam Audiensinya, di Aula Balai Desa. Massa diterima Kepala Desanya, DAS beserta jajaran.
Mereka banyak mempertanyakan program pembangunan desa, yang dijanjikan kepala desanya ketika berkampanye di pilkades. Mereka juga mempertanyakan dana desa, yang dinilai mereka belum terlihat wujudnya untuk masyarakat.
Sorotan tajam massa juga menjurus ke pertanyaan hasil dana sewa pertokoan pasar, termasuk pertokoan di depan lapangan, hingga angagran mobil dinas. Selain itu, mempertanyakan realisasi hotmik jalan perbatasan penghubung Desa Cihideung Hilir dan Desa Panyosogan senilai Rp141 juta, dan realisasi hotmix jalan lingkungan di Dusun Cikawung RT ¾.
“Banyak sekali yang kami pertanyakan. Kenapa? karena kami bingung, uangnya kemana,” tanya Koordinator Audiensi Warga, yang juga Ketua BPD Cihideung Hilir, Dedi Rasmadi, saat dikonfirmasi, usai Audiensi
Yang membuatnya lebih terkejut, semua mendengar langsung dalam audiensi, ternyata honor ibu-ibu Posyandu, yang nilainya tidak seberapa, ternyata belum dibayarkan selama 7 bulan. “Kasihan. Bagi ibu-ibu desa, uang honor itu berharga sekali,” ucapnya
Diakui Dedi Rasmadni, banyak indikasi-indikasi yangberhasil ditemukan BPD sejak monitoringnya sejak Agustus 2025 lalu. Namun berbagai indikasi tersebut, masih berstatus praduga tak bersalah, dan belum Ia publish.
“Kita tunggu sampai Desember 2025, ada 2 bulan lagi sampai akhir tahun. Kalau program-programnya termasuk anggarannya Tahun 2025 senilai sisa Rp400 jutaan, tidak dikerjakan kepala desa, kita akan buka semuanya,” ancam dia./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.