INILAHKUNINGAN- Open Bidding, atau Lelang Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, Jawa Barat, terlihat panas. Internal birokrat terutama pejabat eselon II dengan jabatan kepala dinas/badan, juga dipastikan terpecah. Apalagi kini mencuat flyer Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dukung IPDN untuk Sekda Kuningan.

Flyer itu, diduga kuat dibuat dan disebar oleh kelompok PNS atau pejabat jebolan IPDN. Yang seolah menunjukan perlawanan mereka terhadap Calon Sekda Kuningan definitif, yang dicurigai mereka sudah dipersiapkan oleh Pj Bupati Kuningan HR Iip Hidayat dari sosok yang kebetulan non IPDN.

Flyer berbunyi IPDN Dukung IPDN Sekda Kuningan itupun, bahkan berbalas seruan dari kalangan masyarakat. Dimana isinya kami sebagai masyarakat Kuningan berharap semoga sekda definitif Pemkab Kuningan memiliki kriteria sesuai harapan masyarakat untuk mewujudkan Kuningan lebih baik, adil, makmur dan sejahtera.

Tulisan itupun diikuti tulisan tagar #ATRno1 #Taopikforsekda #saveDR H ATR, MSi, dan #KNGneedATRsekda.

“Ini akan menjadi pemicu disharmonisasi PNS di lingkup Pemkab Kuningan. Dan, tentu akan berdampak buruk terhadap tata kelola pemerintahan daerah kalau perpecahan PNS ini terjadi,” ungkap salah satu Pejabat Eselon II Kuningan yang enggan namanya dipublikasikan, Jumat (11/10/2024), kepada InilahKuningan

Plt Kepala BKPSDM Kuningan Purwadi Hasan Darsono meminta semua pihak tenang. Diingatkan dia, bupati terpilih siapapun nanti, punya hak untuk evaluasi sekda. Tapi bukan atas dasar sekadar cocok tidak cocok atau suka tidak suka. Kalau begitu, akan kembali ke jaman sebelum orde baru.

“Kalau dievaluasi kinerja sekda nanti tidak kapable, atau kurang, ada instrumennya, tenang. Tetapi bukan dari suka tidak suka. Kalau ditarik kesana, kita tidak akan maju kemana-mana. Jadi siapapun nanti sekda terpilih, bupati terpilih, kami akan tegak lurus pada beliau. Boleh mengevaluasi kami, ada instrumennya, tenang,” terang Purwadi

Soal kecurigaan OB SEkda ini sudah ada jago, Purwadi mengembalikan penilaian itu ke individu. Ia menyadari, pada saat pertandingan, sebagian orang biasa sudah mengambil ancang-ancang. Termasuk pemikiran ikut juga percuma, karena belum tentu jujur. Itu kan persepsi orang.

“Kami ini, berjalan transfaran, sesuai aturan, silahkan ikut. Kawan kawan eselon II yang memenuhi persyaratan, silahkan ikut berkompetisi. Tidak ada jago, kita menjamin seleksi ini professional,” tegas Purwadi./tat azhari