Kepala Desa Cikupa Protes, Meli: Kami Dianaktirikan!
INILAHKUNINGAN- Banyak kepala desa, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan dibuat jengkel oleh Pemkab Kuningan. Pemicunya, pengumuman hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) terkait bantuan desa, baik dari APBD, Bantuan Keuangan (Bankeu) hingga Dana Alokasi Khusus (DAK) dirasa tidak adil.
“Bantuan itu, hanya menyentuh beberapa desa saja. Bahkan, ada desa sampai menerima Rp1 miliar. Ini tentu memicu kecemburuan desa-desa lain. Apalagi desa, yang tidak diberi bantuan samasekali,” keluh Kepala Desa Cikupa, Meli Pemilia, usai Musrenbang Kecamatan Darma, di Desa Kawah Manuk, nada protes, Senin (27/02/2024), kepada InilahKuningan
Meli mempertanyakan, apa sebetulnya indikator keberhasilan sebuah program dapat dipenuhi kebutuhannya oleh pemerintah daerah. Disini, terlihat tidak ada komunikasi baik antara unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Kuningan.
Seharusnya SKPD saling berkoordinasi. Sehingga bantuan tidak hanya terfokus bagi desa tertentu. Peran bappeda sebagai fasilitator penghimpun usulan dari setiap SKPD, harus mampu mengevaluasi. Sehingga pemerataan bisa dirasakan semua desa.
“Jangan terkesan hanya di desa-desa tertentu saja. Di Kecamatan Darma sendiri, dari 19 desa, hanya 6 desa tidak mendapatkan bantuan serupiah pun. Padahal SOP 6 desa tersebut, sama persis. Anehnya lagi, ada desa tidak mengajukan di SIPD, tapi tiba-tiba dapat bantuan,” beber Meli
Asal Pemkab Kuningan tahu, bahwa tidak banyak tuntutan diajukan oleh pemerintah desa dalam hal ini. Ia bersama desa lain, hanya ingin keadilan dan pemerataan pembangunan. Jangan sampai pembangunan hanya dinikmati oleh sebagian desa. Sehingga memicu kecemburuan desa lain.
“Kami merasa tidak dianggap, dan dianak tirikan. Ingat, kami punya beban besar ke masyarakat. Termasuk kesan buruk masyarakat kepada kami, yang berpikir kami tidak bisa bekerja. Apalagi kalau sudah membandingkan pembangunan desa lain yang pendanaannya diluar dana desa begitu melimpah. Jangan sampai kami berpikir program musrenbang terwujud karena faktor 3D, Duit, Deukeut, Deudeutkeun. Mohon menjadi evaluasi bersama,” ungkap Meli lagi./tat azhari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.